Pengungsi di Ambon Menuntut Janji Pemprov Maluku

Puluhan pengungsi di Ambon kesal lantaran Pemerintah Provinsi Maluku tak kunjung memenuhi janjinya. Selama enam tahun, nasib mereka terkatung-katung di pengungsian. Mereka pun mendatangi Kantor Dinas Sosial Maluku.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 September 2005, 18:39 WIB
Liputan6.com, Ambon: Suara makian dan tangisan mendominasi suasana di Kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku, belum lama ini. Jeritan jiwa ini diperlihatkan puluhan pengungsi di Ambon. Mereka emosi dan kesal lantaran nasibnya telantar di penampungan. Sejak menjadi pengungsi akibat kerusuhan enam tahun silam, pengunjuk rasa menilai Pemerintah Provinsi Maluku tak memperhatikan nasib mereka. Demonstran pun menagih janji pemerintah soal pembangunan kembali rumah yang telah hancur.

Para pengungsi menilai, Kepala Dinas Sosial Maluku Kris Hehanusa selalu tertutup dalam merealisasikan bantuan. Padahal, sejak kerusuhan pada Januari 1999, rumah mereka tak dapat lagi ditinggali. Akibatnya, hingga kini mereka menetap di berbagai kamp pengungsian [baca: Pengungsi di Ambon dan Manado Menagih Janji Pemda]. Terlepas dari tuntutan tersebut, puluhan pengungsi itu terus berharap perdamaian yang sudah tercapai di Maluku bisa menjadi jalan terciptanya kehidupan baru. Terutama bagi mereka yang menjadi korban kerusuhan.(AIS/Sahlan Heluth dan Juhri Samanery)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya