Yacko Konsisten di Jalur Hip-Hop

Dengan mengusung album Refleksi, Yacko ikut mewarnai khazanah musik Tanah Air dengan jenis musik hip-hop. Yacko ingin menunjukkan bahwa rapper perempuan juga dapat eksis di jalur musik hip-hop.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Juli 2005, 09:21 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Musik rap memang bukan barang baru di Indonesia. Namun, jalur musik ini sempat kehilangan sosok rapper wanita setelah Denada hijrah ke dangdut. Namun, kekosongan itu kini diisi Yacko yang mengusung album Refleksi melalui label EMI Record.

Saat ditemui SCTV di kediamannya, baru-baru ini, Yacko mengaku jatuh cinta saat pertama kali mendengarkan musik hip-hop. Karena itulah, ia memilih berkarya di jalur musik ini untuk ikut mewarnai khazanah musik Tanah Air. "Agar masyarakat lebih menerima hip-hop," ujar wanita kelahiran Surabaya, Jawa Timur 10 Oktober 1979 itu. Yacko juga ingin menunjukkan bahwa rapper perempuan bisa eksis di jalur hip-hop.

Saking jatuh cintanya pada hip-hop, Yacko rela menunda keinginannya menjadi dosen. "Karena kesempatan untuk berkarier di musik datang duluan," tutur perempuan bergelar master di bidang bisnis ini. Melalui Refleksi yang diluncurkan akhir Mei silam, ia ingin lebih memasyarakatkan hip-hop di Indonesia.

Lebih jauh, Yacko menuturkan, materi dalam album tersebut berisi tentang kehidupan sehari-hari. "Rata-rata based on true story," celoteh wanita yang telah menekuni hip-hop sejak 1993 itu. Tengok saja So What yang bercerita tetang seorang cewek ditaksir lelaki yang telah memiliki pacar.

...So what, kalau cowok elo suka sama gue
So what, kalau gaya gue lebih hore
So what, kalau hidup elo jadi mellow
So what, so what, so what...


Yacko mengisahkan, Refleksi lahir berkat berkat dukungan DJ (disc jockey) Edo salah satu DJ asal Indonesia yang tengah berada di Australia. Kesempatan manggung bersama sang DJ ternyata berbuah tawaran. "Abis manggung, tiba-tiba [Edo] ngajakin bikin album," papar Yacko yang pernah menyumbangkan suara di lagu Apa Seeh milik rapper kondang, Iwa K.

Pengerjaan album itu sendiri dilakukan di Sydney, Australia, sejak Januari hingga Desember 2004. "Mulai materi, proses rekaman, sampai mastering," jelas Yacko. Ia menambahkan, seluruh lagu di Refleksi adalah hasil ciptaannya sendiri. Untuk aransemen, rapper yang ikut meramaikan album kompilasi Pesta Rap ini dibantu DJ Edo dan DJ Michael Iverson.

Keseriusannya dalam meracik omelan ke dalam musik hip-hop patut diacungi jempol. Apalagi, dia pernah meraih penghargaan best vocal di sebuah kompetisi musik yang digelar di Sydney. Memang, cewek hitam manis dan mempunyai banyak tindikan di tubuhnya (body piercing) itu tak ingin dianggap sebagai penggembira di tengah musik hip-hop yang akhir-akhir ini kembali digemari. Apalagi, cuma numpang lewat di pentas musik Indonesia.

Tak hanya kemampuan musik yang kinclong, penampilan Yacko juga keren. Gaya hip-hopnya yang sporty kian ciamik berpadu tato berukuran lumayan yang ditorehkan di panggulnya. Tato bertuliskan nama Yacko plus mikrofon dan beberapa bintang itu seolah menjadi trade mark-nya. Selain di badan, gambar tersebut dipasang pada sampul Refleksi.(TOZ/Joy Astro)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya