Sampel Air Liur Babi Mulai Diteliti

Ludah babi yang diambil dari kawasan Desa Legok, Tangerang, Banten, mulai diteliti di Balitvet Bogor. Proses penelitian dilakukan dalam empat tahap. Hasilnya baru akan diketahui pada Rabu pekan depan.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Juli 2005, 09:55 WIB
Liputan6.com, Bogor: Air liur babi yang diambil dari peternakan milik Parman di kawasan Desa Legok, Tangerang, Banten, mulai diperiksa. Ludah babi tersebut diteliti di Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/7). Tujuannya adalah untuk memastikan terinfeksi tidaknya babi itu oleh virus flu burung.

Proses penelitian dilakukan dalam empat tahap. Pertama, sampel air liur dimurnikan dulu dengan cara dijadikan suspensi. Kedua, contoh tersebut lalu dimasukkan melalui suntikan ke dalam telur specific patogen free. Ketiga, telur itu dieramkan dalam inkubator dengan suhu 37 derajat Celsius selama empat hari. Tahap keempat dilakukan uji rapid HA untuk memastikan apakah sampel ini berkembang menjadi virus atau tidak.

Bila nanti hasil diketahui virus tersebut berkembang, maka langkah selanjutnya harus ditempuh dengan uji virologi avian influenza. Adapun hasil dari proses penelitian dan pengujian sampel air liur babi ini baru bisa diketahui Rabu pekan depan.

Khusus untuk peternakan babi yang berada di kawasan Desa Legok, Tangerang, pemerintah berencana untuk memusnahkan dan mengganti dengan peternakan sapi. Tercatat, kasus flu burung di Indonesia tahun ini mengalami penurunan dibandingkan kasus flu burung tahun 2004.

Terkait dengan virus flu burung, Menteri Pertanian Anton Apriantono menuturkan, pemerintah berencana memusnahkan unggas di kawasan yang positif terjangkit penyakit itu. Pengawasan juga dilakukan dalam radius 20 kilometer dari titik ditemukannya flu burung [baca: Unggas Terjangkit Flu Burung Bakal Dimusnahkan].(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya