Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari untuk segera memastikan penyebab kematian Iwan Siswara dan kedua putrinya. "Saya minta untuk segera dipastikan apa penyebabnya. Apakah flu burung atau varian dari flu burung," tutur Presiden Yudhoyono di Jakarta, Ahad (17/7).
Menurut Presiden, kepastian itu diperlukan agar pemerintah bisa segera melakukan pencegahan jika ketiganya meninggal karena virus flu burung. Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak cemas. Namun, diharapkan masyarakat untuk tetap waspada atas kemungkinan terjadi penyakit menular.
Menyikapi perintah Presiden Yudhoyono, siang tadi, Siti Fadilah mengunjungi Perumahan Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang, Banten. Adapun kunjungan Menkes ke lokasi sekitar rumah Iwan Siswara itu terjadi setelah sepekan meninggalnya auditor Badan Pemeriksa Keuangan tersebut beserta dua anggota keluarganya [baca: Dekat Pusara Ayah dan Adiknya, Sabrina Dimakamkan].
Di sana, Siti Fadilah berdialog dengan warga Perumahan Villa Melati Mas. Dialog dilakukan untuk memberi penjelasan dan menenangkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal Blok SR Villa Melati Mas, Serpong.
Dalam kesempatan itu, Menkes mengakui bahwa hasil tes terakhir terhadap contoh darah keluarga Iwan memang menunjukkan adanya virus burung. "Positif itu hanya pada bapak Iwan Siswara sedangkan kedua putrinya tidak," tutur Siti Fadilah.
Ia juga menjelaskan, virus yang menyerang keluarga auditor BPK itu adalah virus influenza jenis A subtipe H5N1. Ini adalah jenis virus yang ditularkan dari unggas kepada manusia, bukan manusia ke manusia. Karena itu, Menkes meminta warga untuk tidak terlalu khawatir. Selain menunggu hasil tes contoh darah dari laboratorium di Hongkong, Departemen kesehatan juga masih menyelidiki cara penularan flu burung dari unggas terhadap keluarga Iwan Siswara [baca: Teka Teki Penyakit Keluarga Iwan Siswara ].
Sementara sejumlah warga Blok SR Villa Melati Mas yang ditemui SCTV mengatakan, hingga saat ini mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk menjaga kondisi tubuh, mereka kini lebih banyak mengkonsumsi vitamin. Sejauh ini mereka selalu mengikuti perkembangan kasus keluarga Iwan dari media massa. Selain itu, pengurus rukun tetangga setempat telah mensosialisasikan agar mereka tidak perlu khawatir akan tertular penyakit yang telah menyebabkan kematian pada tiga anggota keluarga Iwan.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Presiden, kepastian itu diperlukan agar pemerintah bisa segera melakukan pencegahan jika ketiganya meninggal karena virus flu burung. Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak cemas. Namun, diharapkan masyarakat untuk tetap waspada atas kemungkinan terjadi penyakit menular.
Menyikapi perintah Presiden Yudhoyono, siang tadi, Siti Fadilah mengunjungi Perumahan Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang, Banten. Adapun kunjungan Menkes ke lokasi sekitar rumah Iwan Siswara itu terjadi setelah sepekan meninggalnya auditor Badan Pemeriksa Keuangan tersebut beserta dua anggota keluarganya [baca: Dekat Pusara Ayah dan Adiknya, Sabrina Dimakamkan].
Di sana, Siti Fadilah berdialog dengan warga Perumahan Villa Melati Mas. Dialog dilakukan untuk memberi penjelasan dan menenangkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal Blok SR Villa Melati Mas, Serpong.
Dalam kesempatan itu, Menkes mengakui bahwa hasil tes terakhir terhadap contoh darah keluarga Iwan memang menunjukkan adanya virus burung. "Positif itu hanya pada bapak Iwan Siswara sedangkan kedua putrinya tidak," tutur Siti Fadilah.
Ia juga menjelaskan, virus yang menyerang keluarga auditor BPK itu adalah virus influenza jenis A subtipe H5N1. Ini adalah jenis virus yang ditularkan dari unggas kepada manusia, bukan manusia ke manusia. Karena itu, Menkes meminta warga untuk tidak terlalu khawatir. Selain menunggu hasil tes contoh darah dari laboratorium di Hongkong, Departemen kesehatan juga masih menyelidiki cara penularan flu burung dari unggas terhadap keluarga Iwan Siswara [baca: Teka Teki Penyakit Keluarga Iwan Siswara ].
Sementara sejumlah warga Blok SR Villa Melati Mas yang ditemui SCTV mengatakan, hingga saat ini mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk menjaga kondisi tubuh, mereka kini lebih banyak mengkonsumsi vitamin. Sejauh ini mereka selalu mengikuti perkembangan kasus keluarga Iwan dari media massa. Selain itu, pengurus rukun tetangga setempat telah mensosialisasikan agar mereka tidak perlu khawatir akan tertular penyakit yang telah menyebabkan kematian pada tiga anggota keluarga Iwan.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)