Upacara Ngaben Anak Agung Mirah Berati

Upacara ngaben Anak Agung Mirah Berati di Puri Carangsari, Badung, Bali dihadiri ribuan orang. Upacara kali ini beda dari biasanya, karena jenazah diarak ratusan orang dengan menggunakan wadah setinggi 20 meter.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Juli 2005, 13:57 WIB
Liputan6.com, Denpasar: Prosesi upacara ngaben atau pembakaran jenazah Anak Agung Mirah Belati, baru-baru ini, dimulai dari kediaman mendiang di Puri Carangsari, Desa Petang, Kabupaten Badung, Bali. Setelah disemayamkan, jenazah adik ipar pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai, ini kemudian ditempatkan ke dalam bade atau wadah jenazah setinggi dua puluh dua meter. Bade kemudian dibawa menuju kuburan desa.

Untuk mengusung wadah bertingkat ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain diperlukan tenaga ratusan orang untuk mengangkatnya, iring-iringan juga harus berhenti beberapa kali guna menyingkirkan halangan seperti batang pohon dan kerumunan warga yang menonton.

Bade dan rombongan tiba di kuburan desa setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu tiga puluh menit. Kemudian, jenazah Agung Mirah Berati diturunkan dari wadah untuk diletakkan di tempat pembakaran. Setelah melalui beberapa rangkaian ritual yang dipimpin seorang pendeta, jenazah yang diletakkan dalam tempat berbentuk naga akhirnya dibakar. Prosesi upacara ngaben yang menarik perhatian banyak wisatawan ini diakhiri dengan membuang abu jenazah ke laut terdekat.(BOG/Aries Wicaksono dan Putu Setiawan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya