Liputan6.com, Kendari: Satu demi satu kasus busung lapar terungkap di sejumlah daerah. Penyakit karena kekurangan gizi itu kali ini ditemukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, belum lama berselang. Petugas Dinas Kesehatan Kota Kendari mencatat, ada 164 bocah di bawah usia lima tahun menderita busung lapar [baca: Busung Lapar di Gudang Beras].
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Jerry Siahaan, busung lapar mulai terdeteksi sejak akhir tahun silam. Para penderita umumnya dari kalangan keluarga miskin. Saat ini petugas Dinas Kesehatan Kendari telah menyalurkan makanan tambahan bergizi bagi para penderita busung lapar. Namun untuk pengobatan gratis, petugas kesehatan masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kota Kendari.
Salah seorang penderita busung lapar yang kini dalam kondisi kritis adalah Iman, berusia dua tahun sembilan bulan. Anak dari pasangan suami istri Rasidin dan Ruha, warga Kota Kendari ini kepalanya membesar. Sedangkan kaki dan tangannya tampak kurus kering.
Sebenarnya orang tua Iman telah berupaya mengobati anaknya. Menurut Rasidin, anaknya itu telah dibawa berobat ke pusat kesehatan masyarakat terdekat. Namun karena tidak mampu, Iman akhirnya cuma diobati seadanya. Ini pun tatkala ayahnya memiliki uang. Rasidin yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini berharap Pemerintah Kota Kendari segera membantu menyelamatkan anaknya.(AIS/Qodriansyah)
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Jerry Siahaan, busung lapar mulai terdeteksi sejak akhir tahun silam. Para penderita umumnya dari kalangan keluarga miskin. Saat ini petugas Dinas Kesehatan Kendari telah menyalurkan makanan tambahan bergizi bagi para penderita busung lapar. Namun untuk pengobatan gratis, petugas kesehatan masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kota Kendari.
Salah seorang penderita busung lapar yang kini dalam kondisi kritis adalah Iman, berusia dua tahun sembilan bulan. Anak dari pasangan suami istri Rasidin dan Ruha, warga Kota Kendari ini kepalanya membesar. Sedangkan kaki dan tangannya tampak kurus kering.
Sebenarnya orang tua Iman telah berupaya mengobati anaknya. Menurut Rasidin, anaknya itu telah dibawa berobat ke pusat kesehatan masyarakat terdekat. Namun karena tidak mampu, Iman akhirnya cuma diobati seadanya. Ini pun tatkala ayahnya memiliki uang. Rasidin yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini berharap Pemerintah Kota Kendari segera membantu menyelamatkan anaknya.(AIS/Qodriansyah)