Buruh Memperingati <i>May Day</i> di Bundaran HI

Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakpus, dipadati ribuan buruh yang berdemonstrasi memperingati Hari Buruh Sedunia. Mereka menuntut revisi UU Ketenagakerjaan, peningkatan kesejahteraan, dan hak libur.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Mei 2005, 13:50 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, berunjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad (1/5). Aksi dilakukan mereka untuk memperingati Hari Buruh Sedunia.

Para demonstran berdatangan ke Bundaran HI sejak pukul 09.00 WIB. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan yang selama ini diperjuangkan. Di antaranya peningkatan kesejahteraan, hak libur dan cuti, dan perlakuan adil untuk buruh di Indonesia. Massa juga meminta 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Pengunjuk rasa juga menuntut revisi Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003, khususnya pasal kriminalisasi perburuhan yang sebetulnya sudah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Buruh menilai, pasal ini sering digunakan para pengusaha untuk menghambat aktivitas serikat pekerja dan menjadi dasar memutuskan hubungan kerja aktivis serikat pekerja.

Pasal-pasal lain yang dianggap merugikan pekerja adalah pasal yang mengatur PHK dan pekerja kontrak. Mereka juga menuntut penghentian intimidasi pekerja dan serikat pekerja, serta kenaikan upah.

Selain para buruh, aksi ini diikuti massa Partai Keadilan Sejahtera yang melibatkan para wanita dan anak-anak. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, aksi ini dikawal tiga satuan setingkat peleton dari Kepolisian Sektor Tanahabang, Kepolisian Resor Jakarta Pusat, dan Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Aksi tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Setelah berorasi di Bundaran HI, massa bergerak dan melakukan long march ke depan Istana Merdeka. Para buruh berharap dapat diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pukul 13.00 WIB untuk menyampaikan tuntutan-tuntutan mereka. Sampai saat ini, demonstrasi masih berjalan damai.

Hari Buruh Sedunia diperingati dengan cara berbeda oleh para pekerja di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara. Para buruh dan pekerja dari Terminal Konvensional Pelabuhan Tanjungpriok, PT Jakarta International Container Terminal (JICT), hingga PT Terminal Peti Kemas Koja, pagi tadi, menghentikan pekerjaan mereka.

Bunyi sirene sebagai tanda dimulai memperingati Hari Buruh. Selama satu menit, mereka merenung dan berdoa untuk mengenang jasa buruh yang memperjuangkan jam kerja delapan jam per hari. Aksi ini masih akan dilanjutkan mereka besok. Rencananya, para buruh akan melakukan May Day Rally: aksi jalan kaki yang akan diikuti sekitar 2.000 pekerja serta 14 trailer.

Peringatan Hari Buruh Sedunia juga berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di berbagai tempat. Di antaranya di depan Kampus Universitas Muhammadiyah dan Institut Agama Islam Negeri Sultan Alauddin, Makassar. Bahkan, mereka sempat memblokir Jalan Tol Reformasi sehingga para pengguna jalan dialihkan ke jalur lain.

Pengunjuk rasa mengecam kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dinilai belum mampu memperbaiki nasib buruh. Mereka juga mengecam kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak yang dianggap merugikan rakyat kecil.

Para demonstran melanjutkan aksi di Lapangan Karebosi. Di lapangan ini, para mahasiswa bergabung dengan ratusan buruh dari berbagai perusahaan di Makassar. Siang ini mahasiswa dan buruh melakukan long march menuju Studio Radio Republik Indonesia Makassar.

Peringatan Hari Buruh Sedunia di Berlin, Jerman, malam tadi, tak terkendali. Awalnya peringatan berlangsung tertib dengan konser di Boxhagener Platz, Friedrichshain. Usai konser, beberapa orang melanjutkan perayaan dengan pesta di jalan-jalan. Mereka mulai melemparkan botol dan berbagai benda lain ke arah polisi yang berusaha menertibkan warga.

Bentrokan semakin sengit ketika ratusan orang ikut terjun melawan polisi yang berkekuatan lebih dari 6.500 personel. Hingga dini hari, bentrokan masih terjadi. Sekitar 30 orang ditangkap dengan tuduhan melanggar ketertiban. Kerusuhan yang terjadi tidak hanya dipicu aksi memperingati Hari Buruh Sedunia.(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya