Sukses

Microsoft Office Bakal Pensiun, Microsoft 365 Penggantinya

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft menyatakan akan memensiunkan nama Microsoft Office, dan secara penuh merangkul brand Microsoft 365.

Hal ini seperti diungkap oleh perusahaan dalam Ignite pada Rabu pekan ini waktu setempat. Platform seperti Word dan Excel akan tetap ada dan akan tergabung dalam Microsoft 365, bukan lagi Microsoft Office.

Dalam beberapa bulan ke depan, Office.com, aplikasi seluler Office, dan aplikasi Office untuk Windows, akan mulai menerapkan brand Microsoft 365, serta mendapatkan ikon baru.

Dilansir Gizmodo, dikutip Sabtu (15/10/2022), perbedaan terbesar dari 365 dan Office adalah pada harga, di mana Microsoft 365 adalah layanan berlangganan bulanan, sementara Office menggunakan satu kali pembelian.

Nantinya, mereka yang sudah berlangganan Microsoft 365, akan mendapatkan pembaruan terbaru yang disertakan dalam paket mereka. Sementara pengguna Microsoft Office harus membeli software versi terbaru.

Microsoft mengatakan akan tetap menawarkan pembelian satu kali untuk aplikasi seperti Word, Outlook, dan Excel untuk pengguna Office 2021, serta paket Office LTSC.

Jared Spataro, Corporate Vice President for Modern Work, Microsoft, mengatakan bahwa Microsoft 365 akan hadir dengan segudang fitur baru.

Menurutnya, mereka akan menjadi hub bagi semua file pengguna di semua produk perusahaan seperti Microsoft Word dan PowerPoint, serta diklaim memungkinkan pengguna akan bisa dengan cepat mengakses file yang dibagikan dalam sebuah pertemuan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Hub Bagi Semua Aplikasi Microsoft

Menurut Spataro melalui email, Microsoft 365 baru adalah salah satu bagian dari strategi dan fokus yang lebih besar sebagai perusahaan di Microsoft 365 dan mencerminkan inovasi yang telah diupayakan untuk memberikan pekerjaan dan kehidupan yang terus berkembang.

"Aplikasi baru ini berfungsi sebagai hub untuk semua aplikasi produktivitas yang ditawarkan Microsoft 365 dan memberikan pengalaman yang sederhana namun kuat bagi pelanggan kami saat mereka menavigasi perubahan gaya kerja dan pola kolaborasi," kata Spataro.

Menurut laman FAQ Microsoft, Microsoft 365 akan mulai dirilis ke pengguna pada bulan November 2022, dan dimulai dari Office.com. Sementara perubahan akan mulai bergulir untuk aplikasi Office di Windows dan aplikasi Office seluler pada Januari 2023.

Microsoft juga mengatakan perubahan akan diterapkan untuk semua pengguna aplikasi Office untuk penggunaan kerja, sekolah, maupun personal.

"Tidak akan ada dampak untuk akun, profil, langganan, atau file yang sudah ada. Aplikasi akan diperbarui otomatis dengan ikon dan nama baru, jadi pantau perubahan tersebut di bulan November dan seterusnya," kata Microsoft.

Dikutip dari The Verge, layanan berlangganan Microsoft 365 diluncurkan dua tahun lalu, menawarkan akses ke Office, Teams, dan platform lainnya, yang bisa didapatkan dengan langganan bulanan.

Strategi ini dinilai sukses, karena pelanggan Microsoft 365 dilaporkan terus bertumbuh dan sudah mencapai 59,7 juta.

3 dari 4 halaman

Microsoft Matikan Internet Explorer

Microsoft sebelumnya, pada Selasa (15/6/2022), secara resmi memensiunkan peramban (browser) lawas mereka yaitu Internet Explorer. Perusahaan juga menghentikan dukungan untuk Explorer.

Sebagai gantinya, Microsoft meminta agar pengguna untuk beralih ke peramban teranyar buatan mereka yaitu Microsoft Edge, yang diklaim lebih cepat dan lebih aman.

"Dengan keamanan, privasi, kecepatan, dan kemudahan penggunaan yang ditingkatkan, Microsoft Edge melampaui pengalaman yang Anda kenal dengan Internet Explorer," tulis Microsoft dalam laman support-nya.

Microsoft menambahkan, aplikasi dan situs Internet Explorer 11 yang sama dan digunakan saat ini, dapat dibuka melalui Microsoft Edge dengan mode Internet Explorer.

Selain itu, ketika pengguna beralih ke Microsoft Edge, mereka juga dapat secara otomatis memindahkan favorit, preferensi, dan data penjelajahan pengguna lain dari Internet Explorer.

Soal fitur, Microsoft Edge sendiri menyematkan SmartScreen Pertahanan Microsoft, yang membantu mengidentifikasi situs mencurigakan yang mungkin menampilkan serangan pengelabuan atau malware.

SmartScreen juga memeriksa unduhan pengguna untuk membantu mengenali kemungkinan risiko.

 

4 dari 4 halaman

Beralih ke Microsoft Edge

Edge juga menyediakan kontrol yang lebih baik terhadap cara data pengguna dilacak saat melakukan penelusuran, dengan tiga tingkat pencegahan pelacakan: Dasar, Seimbang, dan Ketat.

Terdapat juga fitur pembelajaran InPrivate, yang memungkinkan pengguna browser menyembunyikan riwayat penjelajahan, data situs dan formulir, cookie, dan kata sandi dari orang lain yang menggunakan perangkat yang sama.

Sebagai informasi, Internet Explorer pertama kali diluncurkan pada 24 Agustus 1995 atau 27 tahun yang lalu. Saat itu, peramban itu menjadi bagian dari software tambahan bagi pengguna Windows 95.

Di beberapa versi berikutnya, Internet Explorer sudah dapat diunduh secara gratis hingga langsung tersedia setiap kali pengguna meng-install Windows di PC.

Browser Internet Explorer sempat dilaporkan mencapai puncak kejayaannya pada 2003 dengan 95 persen pangsa pengguna di seluruh dunia.

Namun dengan berjalannya waktu dan semakin banyak browser baru bermunculan membuat penggunanya semakin turun di tahun-tahun berikutnya.

Diketahui, Microsoft menghentikan pengembangan fitur baru di Explorer pada 2016 untuk fokus mengerjakan browser baru yang bernama Microsoft Edge.

(Dio/Isk)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS