Sukses

YouTube Uji Coba Pinch To Zoom, Fitur Zoom Video untuk Pelanggan Premium

Liputan6.com, Jakarta - YouTube menguji coba fitur baru di aplikasi mobile-nya. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk zoom in pada tiap video yang ditonton.

Namun fitur pinch to zoom video tersebut terbatas hanya untuk pelanggan YouTube Premium.

Dilaporkan 9to5Google, fitur yang tengah diuji coba ini memungkinkan pengguna untuk melakukan gerakan cubit pada layar untuk memperbesar alias zoom video YouTube. Fitur ini bisa berfungsi dalam tampilan lanskap potret ataupun layar penuh.

Mengutip The Verge, Jumat (5/8/2022), fitur zoom ini akan tetap dalam pengujian hingga 1 September 2022. Dengan begitu, YouTube akan memiliki waktu sekitar satu setengah bulan untuk mengumpulkan feedback dari pengguna dan memperbaiki berbagai hal sebelum meluncurkannya secara luas.

Untuk mengaktifkan fitur pinch to zoom, pelanggan berbayar YouTube bisa membuka menu Setting YouTube baik di smartphone atau situs web. Selama pengguna berlangganan layanan YouTube Premium, seharusnya ada bagian "coba fitur baru".

Saat ini, satu-satunya fitur yang tersedia untuk pengujian adalah fungsi zoom ini. Meski begitu, tampaknya pengujian fitur ini mengalami penundaan karena saat Tekno Liputan6.com mencoba gerakan pinch, layar tidak bisa di-zoom.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informsasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bisa Zoom Hingga 8x

Namun The Verge menyebut, ketika fitur tersebut diaktifkan, pelanggan YouTube Premium bisa men-zoom layarnya hingga 8x pembesaran.

Sekadar informasi, saat ini sudah ada cara untuk men-zoom konten YouTube dengan berbagai fungsi aksesibilitas di Android dan iOS dan mudah melakukan zoom di browser desktop.

Namun menjadikan fitur zoom in sebagai fitur asli opsional di aplikasi seluler tampaknya akan membuat pelanggan lebih nyaman.

Sebelumnya pada bulan lalu, YouTube menghadirkan mode picture-in-picture untuk iPhone dan iPad setelah mengujinya di kalangan pelanggan premium YouTube. Fitur tersebut sudah lebih dahulu ada di YouTube Android.

Ikan YouTube Disalahgunakan untuk Penipuan

Sebelumnya, iklan YouTube di Google Search yang tampak realistis mengarahkan pengguna ke penipuan dukungan teknis yang berpura-pura menjadi peringatan keamanan dari Windows Defender.

Perusahaan keamanan siber Malwarebytes mengungkapkan bahwa mereka menemukan kampanye malvertising "besar" yang menyalahgunakan iklan Google.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Pura-Pura Peringati Pengguna

Saat mencari kata kunci terkait 'YouTube', iklan pertama yang ditampilkan di hasil pencarian berjudul, 'YouTube - Video YouTube Terbaik' atau 'YouTube.com - YouTube - Video YouTube Terbaik untuk Kamu.'

Dilihat dari iklannya, tidak ada yang terlihat mencurigakan, karena berisi URL youtube.com yang benar dan juga menampilkan elemen iklan tambahan di bawah iklan. Contohnya bisa kamu lihat di bawah ini.

Namun, mengklik iklan tidak akan membawa Anda ke YouTube melainkan ke penipuan dukungan teknis yang berpura-pura menjadi peringatan keamanan dari Windows Defender.

Dari tes yang dilakukan oleh BleepingComputer, dikutip Jumat (22/7/2022), penipuan dukungan teknis terletak di URL http://matkir[.]ml dan http://159.223.199[.]181/ yang memperingatkan pengunjung bahwa 'Windows diblokir karena aktivitas yang meragukan' dan Windows Defender mendeteksi Trojan Spyware bernama 'Ads.financetrack(2).dll.'

Bagi mereka yang menggunakan VPN, kabar baiknya adalah situs scam akan memeriksa apakah kamu menjalankan VPN. Jika demikian, situs scam akan mengarahkan pengguna ke situs YouTube yang sah.

Dalam kebanyakan kasus, scammer akan mengunci komputer kamu entah bagaimana atau memberi tahu bahwa komputer kamu terinfeksi dan kamu perlu membeli lisensi dukungan. Lalu mengarahkan ke kontrak dukungan mahal yang tidak memberikan manfaat bagi korban.

Kampanye malvertising itu sendiri masih berjalan di Google Search, seperti yang ditunjukkan oleh tweet dari Malwarebytes.

(Tin/Isk)

4 dari 4 halaman

Infografis Geger Akun Penyebar Hoaks di YouTube. (Liputan6.com/Trieyasni)