Sukses

Strategi Samsung Geber Smartphone Layar Lipat Kian Mainstream

Liputan6.com, Jakarta - Samsung akhirnya resmi meluncurkan dua smartphone terbarunya, yakni Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3. Lewat dua produk ini, Samsung ingin menghadirkan smartphone foldable yang menjangkau lebih banyak orang atau membuatnya kian mainstream.

Untuk itu, Samsung menghadirkan Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 sebagai produk yang memenuhi kebutuhan konsumen akan sebuah perangkat premium, sekaligus menjawab kekhawatiran yang masih dirasakan mengenai smartphone layar lipat.

Salah satunya, menurut Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia, Taufiqul Furqan, kini Samsung meningkatkan daya tahan kedua smartphone ini. Hal ini dilakukan untuk menjawab keraguan mengenai ketahanan smartphone layar lipat.

"Dari sisi produk, kami benar-benar menyiapkan keduanya. Sebagai contoh, kini ada sertifikasi IPX8. Selain itu, kami juga meningkatkan kemampuan multitasking dari smartphone foldable," tutur Taufiqul saat konferensi pers virtual.

Di samping itu, Samsung juga membanderol kedua smartphone ini dengan harga yang tidak semahal generasi sebelumnya. Untuk diketahui, Galaxy Z Fold3 dijual Rp 25 jutaan, sedangkan Galaxy Z Flip3 di kisaran Rp 15 jutaaan.

Dengan banderol harga tersebut, Galaxy Z Flip3 kini memiliki harga yang tidak berbeda dengan lini Galaxy S21 maupun Galaxy Note 20.

Sementara Galaxy Z Fold3 memang masih diposisikan sebagai perangkat paling premium. Namun harganya saat rilis kini lebih murah dibandingkan saat pendahulunya Fold2 dirilis di Indonesia, yakni sekitar Rp 30 jutaan.

"Jadi, dari segi produk dan harga kami benar-benar menyiapkannya. Misalnya, kalau untuk smartphone di atas Rp 10 jutaan kan ekspektasi orang setidaknya sudah tahan air, dan kemampuan tersebut yang kami hadirkan di produk terbaru ini," tuturnya melanjutkan.

Selain itu, Taufiqul mengatakan ketersediaaan offline untuk Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 di Indonesia akan mengikuti seri premium Samsung lainnya. Pendekatan ini berbeda dari seri smartphone layar lipat sebelumnya yang dijual secara terbatas.

Menurutnya, pada seri Galaxy Fold dan Galaxy Flip generasi sebelumnya tidak seluruh toko memiliki stok dan dapat menjual produk tersebut, meski akhirnya di awal tahun ini diperluas menjangkau lebih banyak toko.

"Sementara di Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 ini, kami dari awal sudah setting benar-benar kehadirannya kurang lebih sama dengan produk flagship Samsung lain, dari sisi jumlah toko. Jadi, dari awal distribusinya sudah lebih diperluas," ujarnya menjelaskan.

2 dari 3 halaman

Absennya Galaxy Note

Untuk di tahun ini, Samsung pun sudah memastikan tidak ada Galaxy Note generasi terbaru. Taufiqul sendiri belum dapat memastikan seperti apa kelanjutan Galaxy Note untuk tahun depan.

Kendati demikian, ia menuturkan Galaxy Fold3 ini memang ditujukan untuk mendukung kebutuhan produktivitas. Dengan kata lain, sasaran smartphone ini tidak berbeda dari lini Galaxy Note.

Oleh sebab itu, Taufiqul menuturkan, dengan kesamaan sasaran yang ditawarkan, Samsung memperkirakan pengguna Galaxy Note yang ingin meningkatkan perangkatnya dapat beralih ke Galaxy Fold3. Terlebih, Galaxy Z Fold3 kini sudah mendukung S Pen yang menjadi ciri khas lini Galaxy Note.

"Jadi, Galaxy Z Fold3 ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan produktivitas, tapi juga yang menginginkan teknologi baru. Sebab, di smarpthone ini mereka dapat foldable-nya, dapat S Pen-nya, dapat anti air, dan fitur premium lain," ujarnya melanjutkan.

Sementara untuk Galaxy Z Flip3 sendiri, Samsung menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat dengan performa mumpuni, tapi juga menawarkan form factor yang berbeda dari sebelumnya, sekaligus menjadi trendsetter. Jadi, perangkat ini bisa menjadi bagian dari fashion statement penggunanya.

Kehadiran Galaxy Z generasi terbaru ini juga sekaligus melengkapi lini premium Samsung yang hadir di Indonesia. Karenanya, dua produk baru ini memberikan pilihan bagi para konsumen memilih perangkat premium Samsung sesuai dengan preferensinya.

3 dari 3 halaman

Masa Depan Smartphone Layar Lipat

Terkait masa depan smartphone layar lipat, Taufiqul menuturkan, Samsung melihat perkembangannya sangat bagus. Hal itu dapat dilihat dari sambutan konsumen mengenai lini smartphone ini sejak pertama kali diperkenalkan pada 2019.

"Konsumen itu benar-benar mengapresiasi teknologi ini. Memang masih ada yang mereka ragukan, seperti durability atau hal lainnya. Nah, itu yang kami coba jawab di generasi ketiga ini," ujarnya.

Oleh sebab itu, berbekal produk dan harga yang ditawarkan termasuk ketersediaan perangkat ini di pasaran, Samsung berharap lebih banyak konsumen yang bisa menggunakan smartphone layar lipat.

(Dam/Ysl)