Sukses

Pemerintah AS Selidiki Peretasan Codecov

Liputan6.com, Jakarta - Penyelidik federal Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyelidiki kemungkinan peretasan yang terjadi pada perusahaan audit perangkat lunak Codecov. Peretasan yang terjadi kemungkinan berisiko pada ribuan pelanggan Codecov.

Menurut informasi, peretasan terjadi sejak 31 Januari 2021, namun, perusahaan baru menyadari ada keanehan di sistemnya pada awal April 2021.

Kendati demikian, akan ada 29 ribu pelanggan perusahaan yang berisiko datanya dicuri karena insiden ini.

Dikutip dari Reuters, Senin (19/4/2021), dalam pernyataan yang dikeluarkan perusahaan, peretas mulai merusak sistem melalui jalur pengujian kode untuk kesalahan dan kerentanan.

Meski konsekuensi dari insiden ini masih belum jelas, namun banyak yang membandingkan dengan dari 29 ribu pelanggan Codecov, perusahaan perangkat lunak Australia Atlassian Corporation yang menggunakan jasanya mengaku belum menemukan indikasi sistemnya terkena dampak.

"Saat ini, kami belum menemukan bukti bahwa kami telah terkena dampak atau telah mengidentifikasi tanda-tanda kompromi," kata Atlassian dalam email.

2 dari 2 halaman

Masalah Besar

Sementara itu, Dor Atias dari perusahaan perlindungan kode Israel Cycode mengatakan kalau berbagai perusahaan menggunakan jasa dari Codecov.

Yang berarti, peretasan yang berhasil dilakukan terhadap Codecov memungkinkan memperoleh data dari banyak perusahaan besar.

“ini masalah besar,” katanya.

Menanggapi hal ini, Codecov mengatakan ada penyelidikan federal yang sedang berlangsung atas masalah tersebut tetapi menolak untuk menguraikan pernyataannya.

Sebagai informasi, perusahaan besar lainnya yang menggunakan jasa Codecov adalah Proctor & Gamble, Washington Post, dan GoDaddy.