Sukses

GothamChess Gembok Akun Twitter dan Instagram

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa hari lalu, jagat dunia media sosial dihebohkan dengan kabar diblokirnya akun Dewa Kipas pemain asal Indonesia di platform Chess.com.

Belakangan diketahui, akun Chess.com dengan nama Dewa_Kipas itu merupakan akun milik mantan pecatur profesional Indonesia, Dadang Subur.

Pemblokiran akun Dadang Dewa Kipas sontak menuai kecaman dari warganet asal Indonesia. Berdasarkan penuturan akun Facebook Ali Akbar, pemblokiran dilakukan usai Dewa Kipas melawan GothamChess, akun pemain catur kenamaan Levy Rozman.

Berdasarkan penuturan Ali Akbar yang juga anak dari Dadang Dewa Kipas, pemblokiran itu dilakukan karena ada tuduhan Dewa_Kipas bermain curang. Usai kisah itu ramai dibicarakan, akun GothamChess di Twitter pun dicecar banyak kicauan warganet asal Indonesia.

Dan kini, berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Jumat (5/3/2021), Levy telah menggembok akun GothamChess miliknya yang ada di Twitter. Hal serupa juga dilakukan pada akun Instagram miliknya.

Tidak diketahui alasan pasti dia menggembok kedua akun miliknya di media sosial, tapi besar kemungkinan keputusannya menutup akun tersebut karena respons dari warganet yang diterimanya.

Padahal dalam unggahan Ali Akbar terbaru, dia telah meminta warganet untuk berhenti menyerang akun GothamChess. "Tolong berhenti menyerang akun GothamChess, masalah kami sudah mendapatkan titik terang," tulisnya.

Ia lebih lanjut juga mengatakan, sebagai tanda persahabatan, Levy (GothamChess) akan mengadakan acara khusus catur yang melibatkan pemain-pemain terkenal di Indonesia.

"Beban yang diterima Levy lebih besar daripada Bapak gue. Bapak gue main catur cuma iseng karena sudah pensiun. Levy main catur memang itu profesinya," tulis Ali.

Ia sekali lagi meminta agar warganet berhenti meneror Levy karena hidup Levy mulai tidak tenang gara-gara banyaknya doxing dan ancaman keselamatan.

2 dari 3 halaman

Dadang Dewa Kipas Klarifikasi soal Pemblokiran Akun di Chess.com

Sebelumnya, Ali Akbar anak dari Dadang Dewa Kipas pun memberikan klarifikasi atas permainannya yang dianggap curang hingga akunnya diblokir.

Dalam video, Dadang Dewa Kipas menjelaskan tentang langkah-langkah yang diambilnya ketika bermain catur melawan GothamChess.

Dalam unggahan tanggal 4 Maret 2021 itu, Dadang menjelaskan, dirinya memang bukan pemain catur bertempo cepat.

Langkah-langkah mirip komputer yang dilakukan Dadang Dewa Kipas saat melawan Gotham Chess di Chess.com dipelajarinya dari berbagai permainan di platform gim catur yang lain.

"Saya itu bukan pemain cepat. Sering main dengan Chess Master, The Freds, dan Shredder Chess sampai ketagihan main. Jadinya ELO-nya dari 800 main terus selama 3 minggu menjadi 2300. Ini disangka curang karena langkahnya mirip dengan komputer," katanya, seperti dikutip Tekno Liputan6.com, Jumat (5/3/2021) dari video klarifikasi yang diunggah di Facebook Ali Akbar.

3 dari 3 halaman

Belajar dari Permainan Lawan Komputer

Dadang Dewa Kipas lebih lanjut bercerita, langkah-langkah dari permainannya melawan software itu pun dicatat secara manual dan dihafalkan. Sehingga boleh dibilang, Dadang Dewa Kipas menguasai berbagai langkah permainan.

Dadang Dewa Kipas pun mengakui, permainannya memang mirip dengan software komputer karena terbiasa menghafalkan ketika bertanding lawan software komputer.

Terkait pertandingan catur dengan Levy Rozman atau GothamChess, ia menyebut langkah Levy standar komputer.

"Dia (Levy) agak sedikit berani, ketika saya ada kesempatan, saya masuk (menyerang)," kata Dadang.

Sembari menunjukkan rekaman permainannya melawan GothamChess, ia memperlihatkan berbagai kesalahan yang membuat permainan GothamChess mati langkah hingga akhirnya kalah.

Sebelumnya, akun Facebook Ali Akbar juga menulis, dirinya sudah menghubungi pihak Levy Rozman alias GothamChess untuk menjelaskan baik-baik masalah tersebut. Hingga akhirnya, keduanya mencapai kesepakatan untuk menghapus unggahan sebelumnya.

(Dam/Ysl)

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa