Sukses

Honor Bakal Rilis Smartphone Baru dengan Fast Charging 66W

Liputan6.com, Jakarta - Honor dilaporkan sedang menyiapkan sebuah smartphone baru. Informasi mengenai smartphone tersebut juga telah muncul di situs web regulator Tiongkok, Tenaa, dan kini kembali hadir bocoran baru.

Dilansir GSM Arena, Senin (16/11/2020), informasi baru ini berasal dari Digital Chat Station di Weibo. Berdasarkan keterangan yang ada, smartphone tersebut memiliki chipset Dimensity 800U, fast charging 66W, dan baterai 3.800 mAh.

Spesifikasinya mirip seperti Huawei Nova 8 SE, sehingga ada kemungkinan smartphone ini adalah Nova 8 SE dengan merek Honor.

Spesifikasi lainnya ada juga yang serupa dengan Nova 8 SE, seperti refresh rate layar 60Hz pada panel OLED, resolusi Full HD+, dan kamera depan 16MP. Terdapat empat kamera belakang yaitu 68MP, 8MP, dan dua modul 2MP.

Sebelumnya menurut laporan di Tenaa, perangkat tersebut memiliki nomor model HJC-AN00. Ukuran layar yang digunakan 6,53 inci.

2 dari 3 halaman

Huawei Bakal Jual Honor Rp 212 Triliun

Lebih lanjut, Huawei dilaporkan  berencana menjual merek smartphone miliknya, Honor, senilai 100 miliar yuan atau berkisar Rp 212 triliun. Honor disebut akan dijual kepada konsorsium yang dipimpin oleh distributor handset Digital China dan pemerintah kota Shenzhen.

Dilansir Reuters, sumber informasi mengatakan rencana tersebut muncul karena pembatasan Amerika Serikat (AS) terhadap rantai suplai Huawei. Sehingga membuat Huawei harus fokus pada high-end headset dan bisnis korporasi.

Rencana ini juga disebut mengindikasikan sedikit harapan untuk perubahan cepat dalam persepsi AS tentang Huawei sebagai risiko keamanan di bawah kepemimpinan Joe Biden.

Penjualan secara tunai ini akan mencakup hampir semua aset termasuk merek, kapabilitas riset dan penelitian, serta manajemen rantai suplai. Huawei akan mengumumkannya paling cepat pada Minggu (15/11/2020).

3 dari 3 halaman

Masa Depan Honor

Digital China yang juga merupakan mitra Huawei dalam sejumlah bisnis seperti cloud computing, berencana membiayai sebagian besar kesepakatan ini dengan pinjaman bank.

Langkah serupa juga akan diambil oleh tiga perusahaan investasi yang didukung oleh pemerintah Shenzhen.

Menurut sumber, Honor setelah penjualan berencana mempertahankan sebagian besar tim manajemen dan 7.000 lebih tenaga kerja, serta melantai di bursa dalam waktu tiga tahun.

(Din/Isk)