Sukses

BRI Salurkan Pembiayaan hingga Rp30 Miliar Lewat Layanan P2P Lending Modal Rakyat

Liputan6.com, Jakarta - Tercatat ada lebih dari 62 juta UMKM di Indonesia pada pada tahun 2017; 98.7 persen di antaranya merupakan usaha mikro, 1.2 persen usaha kecil, 0.11 persen menengah, dan 0.01 persen usaha besar.

Kondisi pandemi Covid-19 beberapa bulan belakangan ini berdampak signifikan terhadap pelaku UMKM di Indonesia. Tidak sedikit di antara mereka terdampak pandemi Covid-19, terlebih masih banyak sektor UMKM belum terjamah perbankan.

Berkaca pada hal ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi bermitra dengan PT Modal Rakyat Indonesia (Modal Rakyat). Dalam kemitraan ini BRI berkomitmen akan menyalurkan pembiayaan hingga Rp30 miliar untuk UMKM melalui Modal Rakyat.

Kerja sama ini disebut sejalan dengan misi BRI, yakni "melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada segmen mikro, kecil, dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat".

"Kami sangatlah beruntung bisa mendapat kepercayaan dari BRI sebagai bank ternama di Indonesia. Kami berharap kemitraan ini bisa meng akselerasi inklusi keuangan, terutama mendukung para pelaku UMKM dalam menghadapi situasi pandemi," ujar Stanislaus MC Tandelilin, CoFounder Modal Rakyat, dalam keterangan tertulis.

2 dari 3 halaman

Modal Rakyat terdaftar di OJK

Sebagai salah satu perusahaan p2p lending terdaftar di OJK, Modal Rakyat sejak 2018 telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp550 Miliar kepada lebih dari 4.000 peminjam di 34 provinsi di Indonesia.

Jumlah total pendana terdaftar di Modal Rakyat lebih dari 45.000 pendana. Kemitraan dengan BRI akan memperkuat pembiayaan bagi UMKM yang mengajukan pinjaman di Modal Rakyat.

Penyaluran akan difokuskan bagi sektor UMKM dengan nilai penyaluran rata-rata Rp250 juta. BRI dan Modal Rakyat berharap kemitraan ini menjadi salah satu bentuk gotong-royong untuk memajukan UMKM di Indonesia.

"Tidak hanya kolaborasi dan kerja sama antarindustri, melainkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung perkembangan UMKM juga masih sangat diperlukan,” ujar Stanis melanjutkan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: