Sukses

Serangan DDoS Naik Tiga Kali Lipat Selama Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Kaspersky baru saja mengumumkan laporan terbaru mereka tentang serangan DDoS, yang berhubungan dengan semakin meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah karena pandemi virus corona Covid-19.

Dikutip dari laporan Kaspersky pada Selasa (13/5/2020), serangan DDoS (distributed denial-of-service) mengalami peningkatan signifikan selama tiga bulan pertama 2020.

Hal ini disebabkan, pelaku di belakangan serangan DDoS mengambil kesempatan ketika hampir semua kegiatan-baik itu belajar, bekerja, atau bersantai-bergeser ke dalam bentuk online.

Peningkatan ini dimanfaatkan pelaku kejahatan siber, yang melakukan serangan terhadap layanan digital paling vital atau yang semakin populer.

Beberapa diantaranya, termasuk Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan pemerintah Amerika Serikat, sejumlah rumah sakit di Paris, dan server gim online adalah beberapa contoh target serangan DDoS pada bulan Februari dan Maret.

 

2 dari 3 halaman

Sasar Institusi Pendidikan dan Situs Web Kota

Ilustrasi Hacker (iStockPhoto)

Lebih lanjut, laporan serangan DDoS Q1 2020 Kaspersky juga mengungkap pertumbuhan yang signifikan dalam serangan terhadap sumber daya pendidikan dan situs web resmi kota.

Pada Q1 2020 saja, jumlah ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2019. Bagian dari serangan semacam itu berjumlah 19 persen dari total jumlah insiden pada Q1 2020.

Para ahli Kaspersky memperkirakan, meningkatnya minat penyerang disebabkan oleh fakta orang menjadi lebih bergantung pada sumber daya online yang stabil dan dapat diakses selama pandemi berlangsung.

Jika orang-orang semakin gusar mengenai pandemi dan dapat melakukan tindakan pencegahan, mereka mungkin akan menuju sumber informasi resmi untuk panduan yang lebih terjamin. Banyak sekolah dan universitas juga telah beralih ke pembelajaran daring.

 

3 dari 3 halaman

Naik Secara Signifikan

Ilustrasi hacker (ist.)

Secara umum, jumlah total serangan DDoS pada Q1 2020 memang mengalami peningkatan.

Selama periode ini, Kaspersky DDoS Protection mendeteksi dan memblokir dua kali lipat jumlah serangan dibandingkan pada Q4 2019, dan 80 persen lebih banyak dibandingkan dengan Q1 2019.

Durasi rata-rata serangan juga tumbuh. Pada Q1 2020, serangan DDoS bertahan 25 persen lebih lama daripada pada Q1 2019.

“Penghentian layanan internet dapat menjadi tantangan bagi bisnis saat ini, karena ini seringkali merupakan satu-satunya cara untuk membuat barang dan jasa tetap tersedia bagi pelanggan mereka,” komentar Alexey Kiselev, Business Development Manager di tim Kaspersky DDoS Protection.

Ia mengatakan, adopsi sistem kerja jarak jauh yang meluas telah membuka vektor baru bagi para aktor ancaman dibalik serangan DDoS.

"Sebelumnya, sebagian besar serangan dilakukan terhadap sumber daya publik perusahaan. Sekarang, kita melihat bahwa serangan DDoS menargetkan elemen infrastruktur internal, misalnya, gateway VPN perusahaan atau server email."

(Ysl/Why)