Sukses

Hands-On Huawei P40 Pro: Smartphone Premium dengan Kamera Terbaik, Tapi...

Liputan6.com, Jakarta - Trio Huawei P40 (Huawei P40, P40 Pro, dan P40 Plus) resmi diumumkan secara global pada 26 Maret, yang mana dirilis pada 7 April 2020 untuk pasar Eropa dan 16 April 2020 di Australia.

Sementara di Indonesia, Huawei hanya memperkenalkan Huawei P40 Pro, Jumat (10/4/2020), melalui siaran live streaming di Facebook dan YouTube.

Huawei P40 Pro mengunggulkan desain dan kamera (sektor fotografi), yang mana terlihat menonjol pada modul kamera kotak besar di bagian belakang bodi.

Smartphone premium ini dinobatkan sebagai ponsel dengan kamera terbaik oleh situs benchmark kamera DxOMark. Secara keseluruhan, kamera belakang P40 Pro mendapatkan skor 128 poin.

Bodi belakang Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Skor itu lebih tinggi dibandingkan pesaing di kelasanya, seperti Oppo Find X2 Pro (124 poin), Xiaomi Mi 10 Pro (124 poin), dan Honor V30 Pro (122 poin).

Desain dan tata letak Huawei P40 Pro secara keseluruhan tidak berubah dari pendahulunya, P30 Pro. Hadir tanpa jack headphone, port USB-C di bagian bawah, dan satu speaker model down-firing dengan lubang suara yang sebenarnya audio muncul dari getaran elektromagnetik melalui kaca depan.

Kamera belakang Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Sementara sensor sidik jari optik di dalam layar diklaim lebih besar dan 30 persen lebih cepat dari pendahulunya.

Penasaran seperti apa tampilan dari seluruh bodi Huawei P40 Pro? Yuk, kita simak bersama-sama.

2 dari 5 halaman

Desain dan Layar

Pada tampilan muka, Huawei P40 Pro mengadopsi desain yang disebut 'Quad-curve Overflow Display', dengan kaca melengkung di keempat ujungnya.

Masih terlihat ada bezel, namun sangat tipis di bagian atas dan bawah. Sejauh ini terlihat lebih tipis daripada kompetitor di kelasnya. Namun, tak berbeda jauh dengan pesaingnya yaitu Samsung Galaxy S20 Plus.

Tampilan depan Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Layar OLED 6,58 inci pada Huawei P40 Pro memiliki resolusi 1200 x 2640 piksel (belum Quad HD/2560 × 1440 piksel), tetapi memiliki kepadatan piksel 441ppi, sedikit lebih rendah dari flagship saat ini.

Memiliki dimensi bodi 158,2 x 72,6 x 9mm, Huawei P40 Pro terlihat lebih pendek dan lebih sempit dari Galaxy S20 Plus (161,9 x 73,7 x 7,8 mm), sehingga membuatnya pas di tangan. Akan tetapi, menggunakannya dengan dua tangan tetap lebih nyaman.

Di bagian belakang, Huawei memilih tone yang lebih solid untuk P40 Pro sehingga terlihat berkelas. Sementara gradien dua warna pada P30 Pro terlihat sangat mencolok. 

Bodi belakang Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Perangkat yang datang ke meja redaksi Tekno Liputan6.com adalah versi Matte Grey dengan lapisan satin, di mana tone-nya bisa berubah antara perak terang menjadi abu-abu gelap (tergantung dari sudut mana cahaya menerpa).

Tombol daya dan tombol volume ada di sisi kanan bodi. Di bagian bawah tertanam port USB Type-C, grill speaker, dan slot SIM nano ganda yang juga bisa digunakan untuk memperluas penyimpanan.

Sisi kanan bodi Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Sisi bawah bodi Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Untuk diketahui, Huawei P40 Pro juga mendukung eSIM. Sementara di sisi atas dan kiri bodi smartphone, minus tombol.

Kelengkapan boks penjualan Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Melongok ke dalam boks penjualan terdapat kepala charger, kabel data, case transparan, earphone, dan SIM ejector.

3 dari 5 halaman

Antarmuka dan Sistem Operasi

Huawei P40 Pro menjalankan Android 10, versi terbaru dari sistem operasi Google. Namun sayangnya, smartphone ini hadir tanpa layanan Google Mobile Services (GMS), seperti Gmail, Google Drive, Google Photos, dan lainnya karena pembatasan Amerika Serikat terhadap Huawei.

Tampilan depan Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Pun demikian, untuk kebutuhan aplikasi, Huawei melengkapi P40 Pro dengan Huawei App Gallery sebagai pengganti Google Play Store. Aplikasi Microsoft tersedia, juga SnapChat dan TikTok.

Tampilan depan Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Antarmuka yang dijalankan adalah EMUI versi 10.1. Layar dengan kecepatan refresh 90Hz memungkinkan transisi dan pergerakan animasi berjalan lancar.

4 dari 5 halaman

Kamera

Huawei P20 dan P30 berhasil meningkatkan standar dalam hal fotografi mobile, dan Huawei ingin meningkatkannya lagi lewat P40 Pro.

Masih menggandeng Leica, Huawei P40 Pro dilengkapi kamera belakang yang terdiri dari sensor utama 50MP f/1.9, 40MP f/1.8 (ultra-wide), dan telefoto 12MP dengan kemampuan 5x optical zoom atau 50x digital zoom.

Ada juga sensor time-of-flight (ToF) untuk membuat efek bokeh ketika melakukan pemotretan pada mode Portrait.

Kamera belakang Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Huawei terus mengandalkan sensor RYYB (Red, Yellow, Yellow, Blue) berukuran 1/1.28 inci--sensor terbesar yang pernah digunakan Huawei--bahkan lebih besar dari Galaxy S20 Plus yang memiliki sensor 1/1.76 inci.

Sensor RYYB adalah alternatif dari filter Bayer Pattern (Red, Green, Green, Blue) yang ada pada kebanyakan sensor kamera, dan secara teori memungkinkan sensor P40 Pro mengumpulkan lebih banyak cahaya.

Kamera depan Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Di bagian depan terdapat punch hole camera yang menampung sensor beresolusi 32MP dan sensor IR depth untuk selfie (mode potret) serta membuka kunci layar menggunakan pengenalan wajah.

5 dari 5 halaman

Spesifikasi

Huawei P40 Pro ditenagai chipset HiSilicon Kirin 990 5G, sama dengan Mate 30 Pro 5G dan smartphone layar lipat Huawei Mate XS. Chipset ini dibangun dengan teknologi manufaktur 7nm+ dan diklaim cukup gesit untuk mengimbangi para pesaingnya.

Ini merupakan satu-satunya high-end chipset dengan 5G terintegrasi, yang berarti akan bekerja dengan baik pada jaringan 5G, serta dengan LTE/hybrid saat ini.

Bodi belakang Huawei P40 Pro. Liputan6.com/Iskandar

Didukung pula dengan RAM 8GB dan memori internal 256GB. Smartphone ini bahkan sudah mendukung standar Wi-Fi 6 terbaru.

Juga diperkuat baterai 4.200 mAh yang mendukung pengisian cepat 40W, serta pengisian nirkabel dan reverse wireless charging.

(Isk/Ysl)