Sukses

Peretasan Bos Amazon, Facebook Sebut Kerentanan Ada di Sistem Operasi

Liputan6.com, Jakarta - Peretasan smartphone CEO Amazon, Jeff Bezos, membuat keamanan Facebook kembali menjadi sorotan. Hal itu tidak lepas dari posisi Facebook sebagai pemilik WhatsApp.

Kendati demikian, Facebook tidak menyebut kesalahan itu ada di aplikasi, melainkan sistem operasi. Hal itu diungkapkan oleh VP, Nicola Mendelsohn, dalam wawancara di ajang World Economic Forum.

Meski tidak menyebut secara spesifik, Mendelsohn mengatakan kerentanan dalam sebuah smartphone itu sebenarnya ada di sistem operasinya. Untuk diketahui, Bezos menggunakan iPhone yang menjalankan iOS.

"Satu hal yang perlu diperhatikan sebenarnya beberapa kerentanan yang ada itu berada di sistem operasi yang ada di smartphone," seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (27/1/2020).

Dengan kata lain, secara tidak langsung Mendelsohn menganggap iOS besutan Apple yang memiliki kerentanan tersebut. Apple sendiri hingga saat ini belum memberikan komentar apapun.

Untuk informasi, berdasarkan laporan sebelumnya, peretasan smartphone Jeff Bezos berlangsung selama berbulan-bulan dan jumlah data yang dicuri mencapai puluhan GB.

2 dari 3 halaman

Tuduhan Mengarah Pada Pangeran Arab Saudi

Sebagaimana dikutip dari Business Insider Singapura, Rabu (22/1/2020), peretasan ini terjadi karena video yang dikirimkan pangeran Mohammed dari Arab Saudi mengandung malware. Selanjutnya malware tersebut mengambil alih smartphone Bezos.

Gara-gara masalah ini, investigasi bertaraf internasional pun dilaksanakan terkait dengan peretasan tersebut. Pemerintah Saudi membantah telah ikut campur. Mereka menyebut laporan investigasi tersebut "absurd" dan menyerukan penyelidikan atas klaim tersebut.

Sementara itu, kuasa hukum Bezos mengatakan, Bezos sangat kooperatif menjalani investigasi.

Kabarnya, peretasan tersebut jauh lebih besar dibandingkan yang sebelumnya telah dilaporkan. Berdasarkan hasil analisis forensik FTI Consulting yang disewa Bezos, ada puluhan GB data yang dicuri.

3 dari 3 halaman

Saudi Minta Bukti Forensik Peretasan

"Arab Saudi tidak melakukan aktivitas ilegal seperti ini. Kami juga tidak memaafkan kejadian ini," kata seorang pejabat Saudi.

Bahkan, Arab Saudi meminta disajikan bukti forensik atas tudingan ini. "Kami meminta data foreksik, sehingga kami bisa menunjukkan bahwa bukti tersebut salah," tutur pejabat tersebut.

Sementara itu, seorang juru bicara FTI Consulting mengatakan, pekerjaan kliennya adalah rahasia dan menolak berkomentar lebih lanjut tentang permintaan data forensik tersebut.

(Dam/Ysl)

Loading
Artikel Selanjutnya
WhatsApp Bakal Hadirkan Dark Mode ke Versi Desktop, Ini Bocoran Tampilannya
Artikel Selanjutnya
Tautan Grup Privat WhatsApp Muncul di Pencarian Google