Sukses

Oppo Siapkan Chip M1

Liputan6.com, Jakarta - Oppo dilaporkan akan mengikuti langkah para manufaktur besar seperti Samsung, Apple, dan Huawei, dengan merilis mobile chip yang didesain sendiri. Rencana ini disebut akan membantu mengembangkan bisnis Oppo di masa depan.

Dilansir GSM Arena, Jumat (22/11/2019), ini bukan kali pertama laporan serupa beredar di ranah internet. Namun laporan kali ini diperkuat dengan merek dagang yang bersangkutan.

Berdasarkan merek dagang yang diajukan di European Union Intellectual Property Office (EUIPO), chip Oppo akan memiliki nama Oppo M1.

Menurut suumber, Oppo telah merekrut sejumlah engineer dari Speadtrum dan MediaTek untuk mengerjakan chip tersebut.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari Oppo tentang chip tersebut. Informasi tentang perangkat yang akan menggunakannya pun belum diketahui.

Kendati demikian, Oppo dilaporkan akan mengungkapkan lebih banyak hal tentang chip itu di Mobile World Congress (MWC) 2020.

MWC 2020 sendiri akan digelar pada 24 - 27 Februari di Barcelona, Spanyol.

2 dari 3 halaman

IDC: Oppo dan Vivo Kuasai Pasar Smartphone Indonesia Q3 2019

Perusahaan riset International Data Corporation (IDC) merilis laporan tentang pengiriman smartphone di Indonesia pada kuartal III (Q3) 2019. Pengiriman smartphone pada Q3 2019 mengalami pertumbuhan 1,8 persen Year-on-Year (YoY).

Dikutip dari keterangan resmi IDC Indonesia, Oppo menguasai pasar smartphone Indonesia dengan 26,2 persen. Peringkat kedua ditempati vendor asal Tiongkok lain, Vivo, dengan 22,8 persen pangsa pasar.

Oppo memegang pangsa terbesar di segmen low-end dengan kisaran harga USD 100 hingga USD 200, dan mid-range USD 200 - USD 400. Kontribusi terbesar diberikan oleh smartphone yang baru diluncurkan seperti model K3, A5, dan A9.

3 dari 3 halaman

Pangsa Pasar Vivo

Vivo pun memiliki pangsa yang siginifikan di kelas menengah dengan model Z1 Pro. Smartphone tersebut dinilai sukses menarik pembeli dengan spesifikasi, dan fitur menarik berkat harga yang wajar.

Samsung berada di peringkat ketiga dengan 19,4 persen pangsa pasar. Penurunan pangsa pasar Samsung disebut karena pembaruan seri A yang terlalu cepat.

"Samsung terkena imbas dari merek-merek asal Tiongkok, dan kehilangan pangsa cukup signifikan karena perbaharuan seri A (dengan seri As terbaru) terjadi terlalu cepat setelah peluncuran sesi A yang sukses di awal tahun ini," jelas IDC dalam laporannya.

Peringkat empat dan lima ditempati oleh Realme dan Xiaomi, dengan masing-masing 12,6 dan 12,5 persen pangsa pasar.

(Din/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Ini Deretan Vendor yang Bakal Rilis Smartphone 5G dengan Chipset Snapdragon
Artikel Selanjutnya
Oppo Pastikan Reno3 Pro Jadi Smartphone 5G Pertama dengan Snapdragon 765G