Sukses

Resmikan Palapa Ring, Jokowi: Jangan Dipakai untuk Fitnah dan Hoaks

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh pihak untuk memanfaatkan Palapa Ring atau Tol Langit dengan sebaik-baiknya.

Jokowi meminta agar perkembangan teknologi digital tak disalahgunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah.

"Agar bisa kompetitif, perkembangan teknologi digital tidak boleh disalahgunakan, ujaran kebencian tidak boleh dipakai untuk ini, untuk fitnah ndak (boleh), hoaks ndak, fake news ndak," ujar Jokowi usai meresmikan pengoperasian Palapa Ring di Istana Negara Jakarta, Senin (14/10/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa fitnah dan hoaks di media sosial harus dicegah. Begitu juga dengan kejahatan di dunia maya.

"Saling mencela di medsos harus dihentikan. Termasuk mencegah kejahatan siber agar tidak semakin berkembang di negara kita," ucap dia.

 

2 dari 3 halaman

Mengkoneksikan Ratusan Kabupaten

Jokowi menjelaskan bahwa Palapa Ring ini dapat mengkoneksikan ratusan kabupaten/kota dari 34 provinsi di Indonesia. Dia pun berpesan agar aparat pemerintah dapat memanfaatkan pengoperasian Palapa Ring ini untuk meningkatkan pelayanan publik.

"Bagi seluruh aparat pemerintah agar memanfaatkan operasinya tol langit ini agar birokrasi yang melayani dan efisien," tutur Jokowi.

Proyek Palapa Ring yang terdiri dari tiga paket yakni paket barat, tengah, dan timur telah rampung sejak Agustus 2019. Peresmian Palapa Ring ini juga ditandai dengan penandatangan prasasti digital oleh Jokowi.

 

3 dari 3 halaman

Perkuat Pembangunan Infrastruktur

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menggambarkan proyek Palapa Ring untuk menghadirkan sinyal telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk akses internet, sebagai "tol langit". Kehadiran tol langit ini akan kian memperkuat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa proyek Palapa Ring ini bertujuan agar akses internet ada di mana-mana, dan harga jual paketnya tidak berbeda satu sama lain. Selain itu, dengan adanya Palapa Ring, tidak ada lagi daerah perbatasan yang terisolir.

Setelah pembangunan selesai, operator telekomunikasi bisa memanfaatkan layanan Palapa Ring dengan skema tarif yang telah ditetapkan berdasarkan penyediaan kapasitas pita lebar atau bandwidth, dan kabel serat optik pasif atau dark fiber.

(Liz/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Prabowo Subianto Sisir Anggaran untuk Beli Alutsista
Artikel Selanjutnya
Jokowi: Reformasi Perpajakan Penting untuk Atasi Pelambatan Ekonomi Global