Sukses

Gim Pokemon Trading Card Bisa Dibeli di Indomaret, Harganya Mulai Rp 20 Ribuan

Liputan6.com, Jakarta - Gim Pokemon trading card resmi hadir di Indonesia. Kehadiran permainan tukar kartu di Tanah Air ini berkat adanya kerja sama lisensi antara PT Anugerah Kreasi Gemilang (AKG) yang ada di bawah naungan Salim Group dengan The Pokemon Company selaku pemegang lisensi gim tukar kartu Pokemon.

Di Indonesia, gim ini hadir berbahasa Indonesia namun tetapi bisa berlaku secara internasional.

Permainan kartu Pokemon ini menyasar anak-anak berusia 6 tahun hingga orang dewasa berumur 35 tahun, serta dapat dimainkan oleh keluarga.

Direktur Eksekutif Salim Group Axton Salim mengatakan, permainan kartu Pokemon ini sudah tersedia di Indomaret seluruh wilayah Jabodetabek dan juga toko-toko gim resmi.

Permainan kartu Pokemon ini dijual mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 80 ribu.

Axton mengatakan, saat ini penggemar gim trading card di Indonesia masih cukup banyak. Untuk itulah pihaknya menghadirkan gim Pokemon trading card ini ke pasar Indonesia.

"Kami melihat peluang, di Indonesia banyak yang minat bermain Pokemon trading card. Jadi, sekarang waktunya untuk memiliki permainan kartu Pokemon yang menggunakan bahasa Indonesia. Sekarang kita bisa beli kartunya di Indomart di Jabodetabek," tutur Axton saat meluncurkan gim Pokemon trading card di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

 

2 dari 3 halaman

Bakal Rilis di Luar Jabodetabek

Permainan kartu Pokemon berbahasa Indonesia resmi dirilis di Jakarta, Kamis (8/8/2019), kartu gim ini bisa dibeli di Indomart seluruh wilayah Jabodetabek dengan Rp 20 ribu hingga Rp 80 ribu. (Liputan6.com/ Agustin Setyo Wardani)

Axton mengatakan, nantinya permainan kartu Pokemon Go juga akan dijual di luar Jabodetabek. Namun, ia menyebut, hal itu dilakukan secara bertahap.

Selnain itu, ke depannya Salim Group juga akan menghadirkan versi digital dari gim trading card Pokemon ini.

"Ke depan kami juga akan meluncurkan versi digital dari trading card ini. Ketika versi digital Pokemon trading card ini diluncurkan, itu jadi pilihan pemain, mau memainkan yang versi digital atau yang kartu fisik," ujar Axton.

Alih-alih merilis gim digital, Axton menyebut, saat ini 50 persen penduduk Indonesia merupakan orang di bawah 30 tahun. Mereka yang berusia di bawah 30 tahun inilah yang dianggap sebagai sasaran pasar gim Pokemon trading card ini.

"Anak-anak bisa belajar interaksi satu dengan yang lain, (dengan gim tukar kartu Pokemon) anak-anak bisa belajar tentang strategi serta cooperative skill," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Tentang Gim Pokemon Trading Card

Direktur Eksekutif Salim Group Axton Salim bersama dengan Anggota Dewan Direksi The Pokemon Company Kenjiro Ito meluncurkan permainan Pokemon trading card di Jakarta, Kamis (8/8/2019). (Liputan6.com/ Agustin Setyo Wardani)

Sekadar informasi, permainan Pokemon pertama kali diciptakan di bulan Februari 1996, sebagai video untuk konsol Nintendo Game Boy. Selain itu, Pokemon Company selaku perusahaan yang menaungi gim-gim Pokemon juga membuat gim lain.

Pada Oktober 1996, permainan Pokemon trading card diresmikan sebagai permainan kartu tukar yang pertama dan paling tua di Jepang.

Setiap kartu memiliki efek masing-masing. Artinya para pemain dapat menikmati kegiatan mereka dalam menyusun kartu-kartu pilihan mereka yang kemudian digunakan dalam pertempuran strategis untuk melawan pihak lawan.

Bagian yang menyenangkan dalam kartu ini, ketika para pemain berhadapan langsung, seperti ketika mereka harus saling bertukar salam, di awal maupun akhir permainan.

Sekadar informasi, gim terkemuka ini mendapatkan antusiasme di banyak negara. Hingga Maret 2019, permainan kartu ini terjual lebih dari 27,2 miliar kartu di seluruh dunia.

(Tin/Ysl)

Loading
Artikel Selanjutnya
Unduhan Pokemon Masters Tembus 10 Juta
Artikel Selanjutnya
Server Pokemon Masters Tumbang Tak Lama setelah Rilis