Sukses

Macam-macam Software Aplikasi, Ada yang Dikembangkan untuk Memprediksi Kematian Manusia

Liputan6.com, Jakarta Di zaman modern ini, software multimedia sudah berkembang sangat pesat. Perkembangan software sendiri dipengaruhi dengan tingginya kebutuhan elektronik manusia setiap tahunnya.

Tapi sebenarnya apa itu software dan apa saja macam-macam software aplikasi? Software aplikasi sendiri memiliki beberapa kategori seperti software animasi, foto, video, ataupun desain.

Pengertian software adalah suatu perangkat lunak berupa program komputer yang berfungsi untuk melakukan tugas-tugas khusus, seperti membuat dokumen aplikasinya adalah microsoft word, mengedit foto seperti photoshop, membuat laporan keuangan, atau aplikasi hiburan seperti game.

Perangkat lunak sendiri sangat menunjang produktivitas kerja dan memiliki peranan yang sangat bermanfaat untuk optimalisasi mutu kerja. Lalu apa saja macam-macam software aplikasi? Berikut macam-macam software aplikasi yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber Senin (14/1/2019).

2 dari 5 halaman

Macam-macam software aplikasi

1. A-PDF Creator

Macam software ini berfungsi memungkinkan untuk membuat dokumen PDF dengan kualitas profesional.

2.Microsoft Office

- Microsoft Excel

Macam-macam software aplikasi dari microsoft office yang pertama adalah Microsoft Excel. Microsoft Excel merupakan perangkat lunak untuk mengolah data secara otomatis meliputi perhitungan dasar, penggunaan fungsi-fungsi, pembuatan grafik dan manajemen data. Perangkat lunak ini sangat membantu untuk menyelesaikan permasalahan administratif mulai yang paling sederhana sampai yang lebih kompleks.

- Microsoft Word

Software aplikasi berikutnya Microsoft Word adalah sebuah program aplikasi untuk pengolahan data yang biasa digunakan untuk membuat laporan, membuat dokumen berbentuk surat kabar, membuat label surat, membuat table pada dokumen, dan lan-lain

- Microsoft PowerPoint

Microsoft PowerPoint adalah nama dari proprietary komersial program presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft.

- Microsoft Outlook

Microsoft Outlook atau Microsoft Office Outlook adalah sebuah program personal information manager dari Microsoft, dan bagian dari suite Microsoft Office . Walaupun biasanya hanya digunakan untuk mengirim dan membaca surat-e, program ini juga memiliki fungsi kalender, jadwal kerja, catatan, dan jurnal. Bila digunakan bersama dengan Microsoft Exchange Server, Outlook dapat menyediakan akses kotak surat, kalender, dan jadwal bersama.

- Microsoft Acces

Microsoft Access adalah suatu program aplikasi basis data komputer relasional yang digunakan untuk merancang, membuat dan mengolah berbagai jenis data dengan kapasitas yang besar.

3. AutoCAD

AutoCAD adalah perangkat lunak komputer CAD untuk menggambar 2 dimensi dan 3 dimensi yang dikembangkan oleh Autodesk. Keluarga produk AutoCAD, secara keseluruhan, adalah software CAD yang paling banyak digunakan di dunia.

4. McAfee Stinger

Software McAfee Stinger dapat mendeteksi dan menghapus malware dan ancaman yang diidentifikasi dalam “Daftar Virus”.

5. Adobe Reader

Adobe Reader adalah perangkat lunak gratis yang memungkinkan setiap orang dari para profesional bisnis untuk pengguna rumah untuk mudah dan terpercaya melihat, mencetak, dan mencari file PDF menggunakan berbagai platform dan perangkat.

3 dari 5 halaman

Software untuk browsing dan editing

6. Windows Internet Explorer

Macam-macam software berikutnya adalah Windows Internet sebuah peramban web dan perangkat lunak tak bebas yang gratis dari Microsoft, dan disertakan dalam setiap rilis sistem operasi Microsoft Windows sejak 1995. Pada mulanya, Internet Explorer dirilis sebagai bagian dari paket Plus untuk Windows 95 (Inggris) pada saat itu.

7. Google Chrome

Google Chrome adalah sebuah peramban web sumber terbuka yang dikembangkan oleh Google dengan menggunakan mesin rendering WebKit. Proyek sumber terbukanya sendiri dinamakan Chromium

8. Macromedia FreeHand

Software aplikasi Macromedia FreeHand adalah aplikasi komputer untuk membuat grafik vektor 2 dimensi diorientasikan untuk pasar pemasaran desktop professional. Telah tersedia untuk Microsoft Windows dan Mac OS X.

9. Adobe Illustrator

Adobe Illustrator sendiri adalah Grafik vektor adalah gambar grafik komputer yang disusun berdasarkan bentuk-bentuk geometri sederhana dengan persamaan-persamaan matematis.

10. Corel Draw

Aplikasi CorelDRAW adalah editor grafis vektor yang dikembangkan dan dipasarkan oleh Corel Corporation of Ottawa , Kanada. Itu juga merupakan nama Corel Graphics Suite, yang bundel CorelDraw dengan editor gambar bitmap, Corel PhotoPaint , dan program grafis lainnya yang berhubungan.

4 dari 5 halaman

Macam-macam software antivirus

11. AVG antivirus

Macam-macam software aplikasi ini merupakan program antivirus yang dibuat oleh AVG Technologies. Sebelum bernama AVG Technologies, perusahaan ini bernama Grisoft.

12. WinRAR

WinRAR adalah aplikasi untuk mengkompres dan mengekstrak data (file/folder). WinRAR adalah aplikasi pembuat arsip RAR pada Windows versi 32-bit dan 64-bit. WinRAR merupakan sebuah software yang sangat bagus yang membolehkan pengguna untuk membuat, menangani dan mengatur file berkas. WinRAR tersedia untuk beberapa sistem operasi, diantaranya, Windows, Linux, FreeBSD, DOS, OS2, MacOS X.

13. SMADAV

Smadav adalah antivirus untuk proteksi tambahan di komputer, proteksi total USB Flashdisk, dan pembersihan tuntas virus yang menyebarluas.

14. NERO

Nero BurnLite 10.0.10600 merupakan software gratis yang bisa Anda unduh, berguna untuk membakar atau mengcopy data yang ada pada komputer kedalam sebuah CD.

5 dari 5 halaman

Ilmuan kembangkan Software Pendeteksi Kematian

Saking beragamnya macam-macam software, terbaru sekelompok ilmuwan di Stanford University, Amerika Serikat (AS), baru saja mengembangkan sebuah software dengan kemampuan luar biasa. Software tersebut, memiliki kemampuan untuk memprediksi kapan manusia bisa mati dengan akurasi yang nyaris sempurna. Menurut keterangan para ilmuwan seperti dilansir Liputan6.com dari Mirror, Rabu (24/1/2018), keakuratan software tersebut dalam memprediksi kematian seseorang setidaknya bisa mencapai 90 persen.

Namun, software ini nyatanya tidak bisa memprediksi kematian manusia dalam segala kondisi. Software hanya bisa memprediksi kematian manusia dalam kondisi kritis, seperti korban kecelakaan berat atau juga mengindap penyakit dalam hingga koma. Dengan demikian, ia tidak bisa memvonis kapan manusia biasa mati selayaknya Tuhan. Software tersebut diketahui menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang dilatih ilmuwan dengan menggunakan analisis 160.000 pasien dewasa dan anak-anak dari rumah sakit Stanford dan Lucile Packard.

Dari situ, software mempelajari rekam jejak kesehatan pasien, seperti diagnosis, prosedur yang dilakukan, dan jenis obat apa yang dikonsumsi. Setelah itu, software akan menggunakan algoritma yang sudah diaplikasikan ke lebih dari 40.000 pasien aktif dengan kondisi kritis. Software akan mempelajari kondisi pasien dan memperingati dokter jika pasien mengalami kondisi yang lebih buruk, atau mengarah ke kematian.

"Data yang dipelajari software memungkinkan kami untuk menciptakan model prediksi kematian pasien dengan kondisi kritis. Kami pun bisa terbantu karena bisa mengantisipasi untuk setidaknya menyelamatkan nyawa pasien. Yang pasti, kami semua berusaha," ujar Anand Avati, salah satu ilmuwan Stanford University.

Memprediksi kematian lewat teknologi seperti ini bukan menjadi hal pertama. Pada 2015, tim dokter Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, AS, mengembangkan sebuah komputer super yang dapat memprediksi kemungkinan kematian seseorang dengan akurasi yang sangat tinggi. Komputer ini juga telah digunakan oleh beberapa pasien di The Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston. Dikatakan, komputer tersebut mampu mengetahui penyakit lebih baik dari dokter biasa.

Dikutip dari laman Mirror, komputer telah diisi dengan informasi tentang 250.000 orang dari 30 tahun terakhir, sehingga dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit secara cepat. Diharapkan dengan diagnosis yang cepat dapat dilakukan penanganan yang juga tepat. Dr Steve Horng yang ikut serta dalam proyek ini mengatakan tujuan mereka dengan mengembangkan mesin tersebut bukanlah untuk menggantikan peran dokter.

"Peran kecerdasan buatan dalam komputer ini hanya merupakan dukungan untuk dokter dalam menangani masalah pasien," tambah Horng.

Komputer ini dapat mengumpulkan data pasien setiap tiga menit. Data-data yang diukur mulai dari kapasitas oksigen serta tekanan darah. Serta data-data lain yang dibutuhkan dokter mengenai pasiennya untuk kemudian dikirim ke dokter yang menangani pasien tersebut. Dr Horng mengklaim mesin ini dapat memprediksi hingga 96 persen kemungkinan seorang pasien sedang sekarat. Jika komputer ini mengatakan seseorang akan meninggal, maka besar kemungkinan pasien tersebut bakal meninggal meskipun kepastian waktunya tidak bisa ditentukan.

 

Reporter: Afifah Cinthia Pasha

PUBG Disebut Tingkatkan Produktivitas Kerja Tim

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
10 Aplikasi iOS Terbaik untuk Kalangan Anak Hipster
Artikel Selanjutnya
Tantang Google dan Apple, Pembesut Gim Fortnite Bikin Toko Aplikasi Sendiri