Sukses

Windows 10 Kini Jadi Sistem Operasi PC Paling Populer

Liputan6.com, Jakarta - Selain berhasil menjadi perusahaan paling bernilai di 2018, Microsoft juga telah mencatat hal penting lain di awal tahun ini.

Kali ini, giliran produk kenamaan perusahaan tersebut yang mencatat hal penting, yakni sistem operasi Windows 10.

Dikutip dari The Verge, Minggu (6/1/2019), Windows 10 berhasil menjadi sistem operasi PC paling populer di dunia saat ini. Sistem operasi tersebut, akhirnya berhasil mengalahkan pendahulunya Windows 7.

Informasi ini diketahui dari laporan Net Applications pada Desember 2018. Kini, Windows 10 berhasil menguasai pangsa pasar sistem operasi PC sebesar 39,22 persen, sedangkan Windows 7 memiliki pangsa pasar 36,9 persen.

Dalam laporan tersebut itu disebutkan capaian Windows 10 berhasil diraih dalam waktu tiga setengah tahun. Selain itu, laporan ini sekaligus menandakan Windows 7 masih menjadi sistem operasi paling populer, meski sudah berusia 10 tahun.

Pencapaian ini juga penting bagi Microsoft mengingat perusahaan masih berupaya untuk mendorong pemakaian Windows 10, utamanya untuk pelaku bisnis. Terlebih, perusahaan akan berhenti mendukung Windows 7 pada 14 Januari 2020.

Sekadar informasi, Microsoft sebelumnya memiliki ambisi bahwa Windows 10 akan berjalan di satu miliar perangkat dalam waktu tiga tahun setelah rilis. Adapun sistem operasi itu pertama kali rilis pada 2015.

Namun, ambisi tersebut sedikit melunak mengingat Windows 10 Mobile ternyata tidak menuai respon positif, sehingga sulit untuk mencapainya.

Kini, Windows 10 sendiri sudah berjalan di 700 juta perangkat, termasuk PC, tablet, hingga Xbox One.

2 dari 3 halaman

Tutup 2018, Microsoft Sabet Gelar Perusahaan Paling Bernilai

Sebelumnya, Microsoft juga berhasil menyabet gelar perusahaan paling bernilai untuk menutup 2018.

Ini merupakan kali pertama Microsoft mengakhiri tahun sebagai perusahaan paling bernilai setelah terakhir mendapatkannya pada 2002.

Pada akhir 2018 Microsoft memiliki market cap sebesar US$ 779 miliar. Nilai ini mengungguli Apple dan Amazon yang masing-masing memiliki market cap US$ 746,5 miliar dan US$ 728 miliar.

Kesuksesan Microsoft tidak lepas dari sejumlah upaya yang dilakukan perusahaan sejak dipimpin Satya Nadella.

Pria asal India itu mulai melakukan perubahan dengan fokus pada layanan cloud, software open-source, dan layanan cross-platform.

Selain itu, keputusan Microsoft untuk mengakuisisi GitHub ternyata memberikan dampak positif.

Hal tersebut penting karena nilai akusisi GitHub merupakan yang terbesar ketiga di bawah LinkedIn dan Skype.

Dengan kebarhasilan ini, sejumlah analis memprediksi bahwa Microsoft dapat bernilai lebih dari US$ 1 triliun sebelum akhir 2019.

Bahkan, posisi ini dapat bertahan selama tiga hingga lima tahun ke depan mengingat portofolio yang dimiliki perusahaan.

3 dari 3 halaman

Microsoft Salip Apple Jadi Perusahaan Paling Mahal di Dunia

Awal Desember 2018, posisi Apple sebagai perusahaan paling mahal di dunia memang akhirnya digantikan oleh Microsoft.

Setelah sebelumnya sempat membalap Apple, tetapi akhirnya kembali disalip, Microsoft kini benar-benar telah melampaui posisi Apple dengan nilai market cap mencapai US$ 851 miliar.

Sekadar diketahui, meskipun nilainya tinggi, kedua perusahaan teknologi ini nilainya di bawah US$ 1 triliun. Padahal pada awal tahun ini, Apple dan Amazon telah mencapai nilai US$ 1 triliun.

Mengutip laman CNN, Minggu (2/12/2018), Apple pertama kali melampaui Microsoft menjadi perusahaan paling mahal pada 2010. Kala itu, produk-produk konsumer milik Apple mulai laris di pasaran.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

MUI Menyambut Baik Jika Abubakar Baasyir Dibebaskan

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Tutup 2018, Microsoft Sabet Gelar Perusahaan Paling Bernilai
Artikel Selanjutnya
Spesifikasi PS5 dan Xbox One Teranyar Bocor di Internet, Pakai RAM 12GB?