Sukses

Ojek Online Bonceng Diskon 99 Persen di Malam Tahun Baru

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi ojek online Bonceng akan memberikan diskon 99 persen pada malam pergantian tahun baru 2019, mulai dari 31 Desember 2018 pukul 18.00 WIB hingga 1 Januari 2019 pukul 06.00 WIB.

Melalui keterangan tertulisnya, Senin (31/12/2018), Founder & CEO Bonceng Faiz Noufal menjelaskan cara mendapatkan diskon besar tersebut di malam tahun baru.

"Gunakan Kode Voucher 'BONCENG2019' untuk dapat diskon tarif 99 persen pada malam pergantian tahun baru 2019. Sebanyak 2.000 armada Bonceng di berbagai lokasi akan kami kerahkan," papar Faiz Noufal.

Faiz menambahkan, langkah ini diambil sebagai wujud turut membahagiakan warga Jakarta yang akan menyongsong tahun baru 2019.

"Ini juga bentuk kepedulian kami kepada warga Jakarta yang kerap kesulitan mencari transportasi umum di malam tahun baru," sambungnya.

Selain itu, Faiz melanjutkan, Bonceng juga memberikan reward bagi masyarakat yang menggunakan layanan Bonceng. Pengguna dapat selfie, mem-posting foto atribut Merah Putih Bonceng di media sosial dan mention ke akun media sosial Bonceng.

"Jangan lupa cantumkan username akun Bonceng pada inbox Facebook, Twitter, maupun Instagram Bonceng, agar bisa klaim di e-dompet sebesar Rp 25.000. Bagi driver yang melakukan layanan, kami akan memberikan tambahan reward sebesar Rp 25.000 untuk layanan trip valid yang diberikan," kata Faiz.

Untuk memberikan reward ini pihaknya sudah menyiapkan voucher BONCENG2019 untuk 100 ribu perjalanan.

 

2 dari 4 halaman

Diinstal 74.000 Kali

Faiz memaparkan, sejak meluncur pada 10 November 2018 hingga saat ini, tercatat sebanyak 74.000 orang sudah menginstal dan menggunakan aplikasi Bonceng.

"Alhamdulillah, ini adalah angka yang luar biasa bagi kami pendatang baru. Ke depan, kami bertekad akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menyebarkan jangkauan ke seluruh kota di Indonesia," harap Faiz.

3 dari 4 halaman

Sempat Diserang Hacker

Aplikasi ojek online Bonceng yang baru sebulan mengaspal megaku diserang sejumlah hacker. Akibatnya, bisnis yang digawangi para anak muda ini sempat mengalami gangguan. 

Fouder dan CEO Bonceng Faiz Noufal memaparkan sejak 10 November 2018 lalu, server Bonceng mengalami gangguan yang biasa disebut serangan DdoS (Distributed denial of service).

Pihaknya mencatat, serangan itu berasal dari enam lokasi berbeda. Para hacker tersebut terus menerus bekerja dan menjadikan Bonceng sebagai host target.

"Server Bonceng sempat mengalami traffic flooding dan request flooding serta ping flood yang mengakibatkan akses oleh pengguna ke server jadi terhambat. Akibatnya aplikasi berjalan sangat lambat. Serangan ini kami terima hampir setiap hari sehingga pengguna harus melakukan update aplikasi berulang kali," ungkap Faiz, dalam keterangannya, Sabtu (29/12/2018).  

Beruntung, Bonceng memiliki tim IT yang canggih sehingga segala bentuk serangan hacker dapat diatasi dengan mudah.

"Alhamdulillah, bisa di-handle segera. Sekarang kami lebih siap. Kami juga sudah menjalin kerja sama dengan tim IT client Blackberry dari Kanada terkait security untuk menangkal segala serangan hacker," tandas Faiz.

 

4 dari 4 halaman

Dampak Serangan  

Akibat serangan tersebut, lanjut Faiz, pihaknya sempat mengalami kerugian baik materil maupun immateril. User menjadi terhambat dalam melakukan registrasi dan para driver pun terkendala dalam melakukan pelayanan.

"Yang paling membuat kami rugi adalah kekecewaan publik saat melihat aplikasi kami tidak berjalan normal. Namun demikian, dari seluruh komentar dan feedback yang kami terima, dukungan dan penerimaan masyarakat luar biasa bagus, sungguh di luar dugaan kami. Mereka menantikan Bonceng kembali normal,” tuturnya.  

Kejadian ini membuat Bonceng langsung berbenah dan memproteksi diri dari serangan serupa. Pihaknya enggan mengungkap siapa pelaku di balik serangan hacker tersebut.

"Kami tidak mau menuduh, yang pasti pelakunya adalah pihak yang tidak senang dengan kehadiran Bonceng," tandasnya. 

Pihaknya berharap kepada pemerintah agar dapat terlibat dalam menyoroti dan mengawasi persaingan usaha di bidang startup.

Sebab, kata Faiz, persaingan usaha di bidang aplikasi cenderung tidak sehat. Seringkali serangan atau pun kejahatan secara technical dialami pihak-pihak yang baru membangun usaha. 

(Isk/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Beri Makan Kucing Pakai Mulut, Bibir Perempuan Ini Digigit

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Diserang Hacker, Aplikasi Ojek Online Bonceng Panggil Tim IT Blackberry
Artikel Selanjutnya
10 Kenangan Manis Saat Naik Motor Bersama Kekasih