Sukses

4 Tahun Jokowi-JK, Ini Capaian Prestasi di Bidang Sains dan Teknologi

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, genap memasuki usia empat tahun. Salah satu perhatian dari pemerintahan saat ini adalah bidang sains dan teknologi.

Di tangan generasi muda, keduanya merupakan instrumen untuk memberikan solusi bagi permasalah bangsa, meningkatkan produktivitas, serta berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

Karenanya, pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan menjadi fokus utama pembangunan di bidang pendidikan.

Pemerintah mencanangkan perkembangan sains dan teknologi Indonesia di tangan generasi muda bersamaan dengan 100 tahun Indonesia merdeka di 2045.

Dirangkum dari Laporan 4 Tahun Jokowi-JK, Selasa (23/10/2018), Indonesia terus mengukir prestasi di bidang sains dan teknologi. Hal itu ditunjukkan dengan raihan berbagai penghargaan di tingkat internasional.

Sepanjang 2015 hingga 2017, hasil penelitian yang didukung Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) mampu mengembangkan 126 desain, 2.333 hak kekayaan intelektual, 2.004 teknologi tepat guna, dan 970 purwarupa.

Hasil perolehan medali, baik emas, perak, dan perunggu, di Lomba Internasional Tingkat SD Tahun 2014-2018 juga membanggakan.

Ada 46 medali yang diraih saat 2015, disusul 32 medali pada 2016, dan 27 medali tahun lalu. Untuk 2018 sendiri, ada 50 medali yang diraih.

Sementara untuk total perolehan medali, baik emas, perak, dan perunggu, untuk Lomba Internasional Tingkat SMP Tahun 2014-2017 tidak kalah mengagumkan. Ada 46 medali yang diperoleh pada 2015, lalu di 2016 ada 28 medali, serta tahun lalu berhasil mendapat 36 medali.

Tidak hanya itu, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), siswa Indonesia juga berhasil mencatat prestasi di sejumlah ajang internasional, seperti Kategori Earth System Project (Olimpiade Sains Internasional) IESO di Perancis.

Raihan lain adalah prestasi di kategori Life Science Olimpiade Science Internasional (25th ICYS 2018) di Serbia. Siswa Indonesia juga mencatat prestasi di Kategori Fisika Biologi Kimia International Junior Science Olympiad (IJSO) di Belanda.

2 dari 3 halaman

Pembangunan Telekomunikasi - Fiber Optik di Nusantara

Pembangunan infrastuktur jalanan didampingi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang gencar membangun jaringan fiber optik di Indonesia. Proyek yang disebut Palapa Ring ini akan menghasilkan serat optik sepanjang 36 ribu km.

Proyek ini terbagi atas tiga bagian, Palapa Ring Barat di Kepulauan Meranti, Kepulauan Anambas, Tanjung Bemban, dan Kuala Tungkal.

Kemudian, Palapa Ring Tengah yang akan menghubungkan 17 kota/kabupaten yang berada di provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Lalu ada Palapa Ring Timur untuk daerah Papua dan Papua Barat.

Penyelesaian pembangunan PLP Barat sudah 74 persen, diikut PLP Tengah yang mencapai 35 persen, dan PLP Timur saat ini baru mencapai 18 persen.

Namun, PLP Barat sudah dapat beroperasi sejak Maret lalu. Lebih lanjut, sebanyak 175 ribu menara BTS telah diperkuat, dan mobile coverage sudah mencangkup sampai 75 ribu kelurahan.

3 dari 3 halaman

Hasil Revitalisasi Pendidikan Vokasi pada 4 Tahun Jokowi-JK

Pemerintah juga menyiapkan manusia Indonesia menjadi manusia unggul sejak dalam kandungan sampai tumbuh mandiri juga meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya. Hal itu disampaikan Jokowi dalam sidang tahunan MPR RI 16 Agustus 2018.

Oleh karena itu, pemerintah memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi. Dalam laporan 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK, seperti dikutip Sabtu (20/10/2018), pendidikan dan pelatihan vokasi sangat penting dalam menyelesaikan masalah pengangguran.

Selain itu meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM). Dengan pelatihan, sistem magang, sertifikasi, dan kerja sama dengan dunia usaha diharapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan siap bekerja.

Pemerintah sudah melakukan link and match SMK dan industri. Jadi hasilnya hingga Agustus 2018, ada 2.700 SMK yang bekerja sama dengan industri. Selain itu, pemerintah revitalisasi 12 politeknik.

Pemerintah juga menggelar sertifikasi kompetensi mencapai 1.688 pada 2018 dari periode 2017 sebesar 1.153. Retooling dosen meningkat menjadi 211 pada 2018 dari periode 2017 sebesar 131.  Sertifikasi dosen mencapai 268 pada 2018 dari periode 2017 sebesar 169.

Dengan ada revitalisasi pendidikan vokasi, pelatihan yang sudah diberikan kepada 331,91 ribu orang pada Agustus 2018 dari periode 2017 sebesar 259,74 ribu orang.

Masyarakat yang ikuti magang mencapai 144,027 ribu orang hingga Agustus 2018 dari periode 2017 sebesar 133.474 ribu orang. Sertifikasi yang sudah diberikan kepada 395,394 ribu orang pada 2017 dari periode 2016 sebesar 390,277 ribu orang.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Timses: Jokowi Ingin Kampanye dengan Narasi Positif
Artikel Selanjutnya
Politikus PDIP Sebut Dana Kelurahan Tidak Untungkan Jokowi