Sukses

Tips Melindungi Akun Instagram dari Peretas

Liputan6.com, Jakarta - Peretasan akun media sosial bukan lagi berita baru karena seringnya hal ini terjadi. Media-media sosial populer biasanya merupakan target empuk untuk diserang, termasuk Instagram.

Beberapa waktu lalu, pengguna Instagram mengaku telah mengalami pengambilalihan akun Instagram dan tidak dapat mengaksesnya.

Menurut para korban, pembajak langsung mengubah nama akun Instagram, gambar profil, e-mail dan nomor telepon, sehingga hampir tidak mungkin untuk memulihkan akses.

Nah, bagi kamu yang tidak ingin menjadi korban peretasan semacam itu, ada beberapa langkah sederhana untuk mengatasinya.

Berikut langkah-langkah tersebut, seperti disampaikan oleh perusahaan keamanan Kaspersky Lab:

1. Jangan klik tautan yang mencurigakan

2. Periksa alamat laman, tempat Anda berencana memasukkan informasi pribadi

3. Gunakan aplikasi media sosial resmi, yang dipasang dari sumber terpercaya

4. Jangan bagikan informasi login akun Anda dengan aplikasi pihak ketiga

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

2 dari 2 halaman

Metode Peretasan

Menurut penjelasan Kaspersky, sejauh ini tidak ada data valid tentang bagaimana pelaku mendapatkan akses ke profil Instagram banyak orang.

Namun, metode yang paling umum untuk serangan semacam ini adalah melalui phishing.

Selama tahun ini saja, produk Kaspersky Lab telah mencegah sekira 68.000 upaya untuk mengunjungi halaman phishing yang menyalahgunakan merek Instagram.

"Menariknya, pada akhir Juli, beberapa pekan sebelum kejadian peretasan, kami menyaksikan lonjakan vektor serangan ini pada 31 Juli. Jumlah serangan phishing meroket dari sekira 150 per hari, menjadi hampir 600 per hari," kata peneliti keamanan di Kaspersky Lab, Nadezhda Demidova.

Popularitas Instagram pun disebut berkontribusi menarik perhatian para peretas. Saat ini, Instagram tercatat memiliki satu miliar pengguna bulanan.

Oleh sebab itu, para pengguna Instagram diimbau untuk selalu berhati-hati.

"Setelah pelaku meretas ke akun pengguna, mereka dapat mengakses data pribadi pengguna dan korespondensi mereka. Dan profil pengguna dapat diubah menjadi sumber konten jahat, phishing, dan spam," kata Demidova.

(Din/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Begini Cara Mengetik Cepat di Keyboard Virtual Smartphone
Artikel Selanjutnya
3 Jenis Pekerjaan Online Paling Menggiurkan untuk Milenial