Sukses

Skyegrid, Solusi Main Gim Keren Tanpa Harus Beli Konsol Mahal

Liputan6.com, Jakarta - Setiap ada hype karena kabar munculnya gim baru, kadang kala perasaan gamer berujung pada kekecewaan. Pasalnya, konsolnya terlalu mahal, atau juga requirement yang dibutuhkan untuk memainkan gim tersebut terlalu tinggi.

Menghadapi masalah klasik ini, sebuah startup lokal bernama Skyegrid menawarkan solusi dengan membangun ekosistem gim berbasis cloud, sehingga pemain dapat ikut menikmati gim terbaru tanpa dipusingkan masalah yang disebutkan di atas.

"Dengan Skyegrid, siapa pun bisa menjadi gamer, dari mana saja, kapan saja, tanpa harus memusingkan rig yang mahal atau system requirement game yang tinggi lagi," ucap Rolly Edward, CEO Skyegrid, Kamis (1/6/2018), di Jakarta.

Skyegrid menawarkan game library konsol gim kelas AAA (blockbuster), dan mereka yang berlangganan dapat bermain tanpa perlu melakukan instalasi yang lama, dan memberikan waktu bermain tanpa batas jam yang valid selama 30 hari.

Beberapa judul teratas yang bisa diakses lewat Skyegrid adalah Playerunknown's Battlegrounds (PUBG), Rise of the Tomb Raider, dan Final Fantasy XV.

Sesuai dengan misi mereka, Skyegrid menawarkan akses tanpa memerlukan perangkat berspesifikasi tinggi, asalkan perangkat bukan keluaran yang terlalu lama.

Skyegrid juga berhasil berkolaborasi dengan Steam, dan telah masuk tahap uji coba beta. Mereka juga tengah berusaha menjalin kerja sama dengan provider lokal agar pemain bisa bermain gim lebih leluasa tanpa dipusingkan kuota.

Untuk harga berlangganan, Skyegrid belum memberikan angka pasti, tetapi mereka berjanji akan mengumumkannya dalam waktu dekat.

 

2 dari 2 halaman

Skyegrid Bisa Bantu Developer Lokal

 Skyegrid pun berkomitmen membantu developer gim lokal agar masyarakat luas mengenal karya mereka.

"Istilahnya, seperti di Spotify yang membantu memperkenalkan penyanyi lokal ke orang banyak, kami juga dapat melakukan itu di Skyegrid bagi para developer lokal" ucap Rekhaza Panji, Creative Director Skyegrid.

Pria yang akrab dipanggil Recca itu juga tidak ingin developer Indonesia selalu memilih bekerja di luar negeri.

Maka dari itu, Skyegrid ingin menjadi platform lokal sebagai alternatif Steam agar developer lokal memiliki sarana unjuk gigi atas karyanya.

"Di Indonesia bakatnya bagus, jangan sampai developer kita malah kerja di luar negeri," pungkasnya.

Selain membangun ekosistem gim, Rolly juga memiliki visi agar industri gim di Indonesia semakin kokoh dan pemain tidak perlu mengandalkan bajakan untuk ikut menikmati gim.

"Skyegrid bisa mengurangi pemakaian game bajakan. Yang penting jangan game bajakan, karena industri game tak akan hidup bila membajak terus," tandasnya.

(Tom/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Asyik Main Pokemon Go, Ayah Tinggalkan Anak Tergantung di Balkon
Artikel Selanjutnya
PUBG Gugat Fortnite karena Langgar Hak Cipta