Sukses

Jumlah Serangan Malware di macOS Meningkat 270 Persen

Liputan6.com, Jakarta - MacOS milik Apple dianggap sebagai salah satu sistem operasi paling aman di antara sistem operasi lainnya. Hal ini karena sangat jarang ada malware atau virus yang ditujukan menyerang OS perangkat Mac tersebut.

Hal itu memang tidak sepenuhnya salah. Namun dewasa ini, baik OS Windows maupun macOS sama-sama tak bebas dari serangan kejahatan siber. Mengutip Softpedia, Rabu (14/3/2018), keduanya sering mendapat serangan dari banyak malware.

Bahkan, menurut hasil analisis dari perusahaan keamanan Malwarebytes, ancaman malware untuk sistem operasi milik Apple itu meningkat sampai 270 persen dibandingkan 2017.

Hasil analisis juga mencatat, hingga Januari 2018 ditemukan empat kerentanan utama dari macOS. Dengan kata lain, ada kemungkinan malware pada macOS terus meningkat sepanjang 2018. Oleh karenanya, pengguna perlu hati-hati terhadap keamanannya.

Perusahaan keamanan itu juga menggarisbawahi, ada malware bernama OSX.MaMi yang ditemukan oleh pengguna dan berupaya untuk membajak pengaturan DNS agar secara langsung bisa membuat browsing menuju ke situs-situs phishing.

1 dari 3 halaman

Masih Anggap macOS Bebas Malware?

Pada masa lalu, macOS juga menjadi sasaran malware bernama Dark Caracal, OSX.CreativeUpdate, dan OSX.Coldroot yang membobol keamanan sistem operasi.

Untuk itu, pengguna harus terus berhati-hati menggunakan sistem operasi ini, terutama saat membuka konten dari sumber yang tidak terpercaya atau mengunjungi situs web yang tidak mereka kenal.

Ahli keamanan Malwarebytes Thomas Reed mengemukakan, kebanyakan pengguna Mac menerapkan keamanan yang kurang efektif untuk melindungi mereka dari serangan malware.

"Ancaman pada macOS lebih banyak diajukan oleh adware dan PUP. Lebih buruk lagi, mereka percaya bahwa tidak ada ancaman sehingga membuatnya tidak berhati-hati saat online," kata Reed.

 

2 dari 3 halaman

Janji Apple

Pihak Apple sebenarnya berjanji untuk memperbaiki keamanan perangkat lunaknya dalam rilis yang akan datang karena OS Mac dan iOS juga dilanda memiliki kerentanan dalam beberapa bulan terakhir.

Oleh karenanya, Apple diharapkan mengurangi fokus pada fitur baru dan lebih banyak menghabiskan waku untuk meningkatkan keamanan dan kinerjanya.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Saham Melonjak, Kapitalisasi Pasar Apple Sempat Sentuh US$ 925 Miliar
Artikel Selanjutnya
Pencipta Siri Nilai Apple Terlalu Banyak Menuntut