Sukses

Konsumen Keliru Beli Produk, Bos Lazada: Kami Refund

Liputan6.com, Jakarta - Lazada sempat diprotes oleh banyak konsumen yang keliru ingin membeli produk Xiaomi Redmi 5A, namun justru memesan tempered glass untuk Xiaomi Redmi Note 5A di situsnya.

Mereka berbondong-bondong meminta Lazada Indonesia untuk membatalkan pesanan dan meminta pengembalian uang (refund) yang sudah dibayarkan.

Terkait hal ini, Chief Marketing Officer (CMO) Lazada Indonesia, Ahmad Alkatiri mengaku pihaknya akan melakukan refund kepada para pembeli. Namun, proses refund ini akan memakan waktu.

"Kebanyakan yang order itu sudah transfer, tapi nanti kami refund," ungkapnya ditemui di Press Conference Lazada Business Performance di Kantorkuu Coworking Space, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

"Soal respons customer service (CS) kami lambat, sebetulnya enggak karena proses itu (pembatalan dan refund) memakan 7 hari kerja. Harusnya dalam 7 hari kerja sudah di-refund ke pembeli," tambahnya. 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Sebagaimana diketahui, sejumlah pengguna protes dan meminta pembatalan pesanan ke Lazada Indonesia lantaran keliru memesan tempered glass Xiaomi Redmi Note 5A sebanyak 100 buah senilai Rp 882.000.

Pembeli tidak membaca nama dan deskripsi produk dan mengira produk yang mereka pesan adalah ponsel Xiaomi Redmi 5A.

Ia mengungkapkan kasus ini terjadi karena antusiasme pengguna tinggi terhadap Redmi 5A yang dijual hanya Rp 999.000.

"Sebetulnya itu memang bukan produk flash sale. Tapi, karena saat itu pencarian produk Xiaomi Redmi 5A lagi tinggi di situs kami, makanya mungkin mereka menganggap itu yang sedang dijadikan produk flash sale. Terus mereka tidak ngeh dan buru-buru checkout," jelasnya.

"Bahkan di Google Search pun kata pencarian ‘Redmi 5A Lazada’ lagi boom (tinggi) banget," tambah Ahmad.

Berdasarkan pantauan tim Tekno Liputan6.com, ada puluhan komentar pembatalan pesanan di kolom produk yang dipesan tersebut.

(Cas/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
E-Commerce Ini Ajak UMKM Melek Teknologi
Artikel Selanjutnya
Indonesia Harus Tiru Alibaba Libatkan UKM dalam E-commerce