Sukses

Malware Incar Penggguna Android di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Ancaman malware kembali menghantui pengguna Android. Laporan terbaru dari Check Point menyebutkan setidaknya ada 10 juta perangkat Android yang sudah terinfeksi malware bernama HummingBad tersebut.

Perusahaan software keamanan siber itu menuturkan, temuan malware tersebut sudah diketahui sejak Februari lalu dan jumlah infeksinya tak bertambah. Namun, sejak pertengahan Mei ada pertumbuhan cukup signifikan.

Dikutip dari CNET, Senin (11/7/2016), hal menarik dari serangan HummingBad adalah kelompok yang mengembangkannya. Menurut Check Point, malware tersebut dikembangkan Yingmob, sebuah agen analis periklanan di Beijing.

HummingBad masuk ke perangkat korban melalui rootkit yang menghasilkan banyak celah, lalu mengakses sistem root perangkat tersebut. Jika berhasil, penyerang akan mendapat akses penuh atas perangkat tersebut.

Cara lain yang digunakan HummingBad adalah melalui notifikasi pembaruan sistem palsu. Notifikasi itu menipu pengguna untuk memberikan izin HummingBad masuk ke perangkat.

Malware
itu disebut menjadi cara penyerang untuk mendapatkan pemasukan dengan cara curang melalui iklan. Penyerang diperkirakan mendapat sekitar US$ 300 ribu per bulan dari aksinya tersebut.

Lewat cara ini pengguna akan dipaksa mengunduh aplikasi dan memilih iklan-iklan tertentu. Selain iklan palsu, penyerang juga dapat menjual akses informasi tersebut ke pihak lain.

Sebagian besar korban berasal dari Tiongkok dan India. Selain itu, Filipina, Indonesia, dan Turki juga masuk ke dalam daftar korban HummingBad. Negara lain yang terpengaruh adalah Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

(Dam/Why)

Loading