Sukses

Line Indonesia Kecolongan Soal Stiker LGBT?

Liputan6.com, Jakarta - Kemunculan stiker yang menampilkan kedekatan dua orang pria pada aplikasi Line banyak dibicarakan oleh pengguna media sosial. Line Indonesia mengatakan bahwa aplikasi pesan instan asal Korea Selatan tersebut memiliki filter atau penyaring konten.

Walau telah memiliki filter, stiker yang sarat dengan isu LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) itu tetap bisa masuk ke Indonesia dan membuat gaduh netizen. Benarkah Line kecolongan?

Head of Public Relation Line Indonesia Teddy Arifianto membantah bahwa Line Indonesia kecolongan dengan kemunculan konten stiker LGBT tersebut.

"Kami sebagai perusahaan global kan sifatnya netral, jadi kami bukan kecolongan. Sebab, global filter kami hanya menyaring isu-isu yang berkaitan dengan SARA (suku, agama, dan ras) dan antikekerasan. Kalau soal LGBT, posisi kami netral," ujar Teddy kepada tim Tekno Liputan6.com, Rabu (10/2/2016).

Ia menambahkan, sebagai perusahaan berskala internasional, Line berpegang pada acuan global untuk menyaring konten-konten sensitif dari perspektif lokal seperti pada stiker Love is Love tersebut.

Netrizen ramai memperbincangkan kemunculan stiker Line itu. Hingga sore ini, stiker yang telah ditarik peredaraannya oleh Line Indonesia itu pun masih menjadi perbincangan hangat pada linimasa Twitter.

Pemilik akun @bcodetz mencuit "Gw stop pake line krn ada sticker lgbt. Gw merasa gay pakai aplikasi itu. Jauh jauh jauh jauh."

Sementara akun @IndoTanpaLGBT membuat cuitan yang isinya: "#Sebarkanlah Astaghfirullah.. Kampanye LGBT terselubung di shop LINE dengan menjual sticker Gay."

(Tin/Isk)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.