Sukses

Samsung Ingin Konsistenkan Nama Produk Agar Tak Membingungkan

Liputan6.com, Jakarta - Samsung Electronics mempunyai lineup produk yang begitu banyak dan setiap produknya menyasar segmen yang berbeda-beda pula. Namun banyaknya model produk yang dimiliki Samsung tak jarang membingungkan konsumen. Ke depannya Samsung ingin mengonsistenkan nama produk agar lebih simpel.

Strategi ini dilakukan agar konsumen tidak bingung. Vebbyna Kaunang, Marketing Director IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, mengatakan hal ini dilakukan Samsung berdasarkan feedback (masukan) yang didapat dari konsumen.

"Samsung mencoba mengonsistenkan nama-nama produk yang kita punya agar tidak membingungkan. Itu kenapa namanya series A lagi", papar Vebbyna menanggapi pertanyaan kenapa nama Galaxy A3, A5 dan A7 terbaru yang diperkenalkan Samsung kemarin ada embel-embel angka 2016, di kawasan Kuningan, Jakarta.


Konsistensi nama produk seperti ini sebenarnya juga sudah diterapkan Samsung pada Galaxy S. Dalam wawancara dengan tim Tekno Liputan6.com di sela-sela peluncuran Galaxy Note 5 di New York beberapa waktu lalu, Vebbyna mengakui bahwa banyak orang yang salah kaprah dan nggak ngeh saat Samsung merilis produk baru. Padahal produk tersebut serinya berbeda, untuk konsumen yang berbeda, dan harganya juga berbeda.

"Sekarang kita lagi membenahi itu. Jadi kalau misalnya lihat di pasar, nama produk-produk Samsung sudah berubah. Kalau dulu ada Galaxy Grand Prime, Grand Duos, Mega, Star Pro, sekarang sudah pakai seri, jadi lebih rapi, seperti Galaxy Note, E, J, S, A", jelas Vebby.
Galaxy Note5 and S6 Edge Plus Liputan6.com Dewi Widya Ningrum
Vebbyna menambahkan, Samsung sekarang mempunyai strategi yang jelas untuk segmentasi produk-produknya. "Kami sudah nggak melihat demografi dan lainnya, tapi yang kita lihat adalah gaya hidup dan passion mereka (pengguna) seperti apa", katanya.

Adapun seri Galaxy A ditujukan untuk anak-anak muda (milenial) yang aktif, seri S untuk lifestyle (yang senang entertainment dan multimedia), Galaxy Note untuk yang mengutamakan produktivitas, sementara seri Galaxy J lebih mengincar segmen pengguna yang lebih umum (middle low-high).

(Dew/Why)