Sukses

Google Doodle Meriahkan Ultah Penemu Saksofon Antoine-Joseph Sax

Liputan6.com, Jakarta - Anda penggemar instrumen musik saksofon? Jika demikian, maka besar kemungkinan Anda tidak lagi asing dengan Antoine-Joseph Sax. Sekadar untuk diketahui, hari ini (6/11/2015) adalah ulang tahun ke-201 pria yang juga akrab disapa Adolphe Sax tersebut. Karena itu, Google pun merayakannya dengan menghiasi tampilan laman utamanya.

Pria keturunan Belgia-Perancis ini merupakan pembuat instrumen musik dan penemu saksofon yang sering digunakan oleh para musisi jazz. Ia adalah anak dari Charles Joseph Sax (1791-1865), pembuat instrumen musik seperti piano, harpa, dan gitar.

Adolphe mempelajari flut dan klarinet di Brussels Conservatory dan pada tahun 1842 ia pergi ke Paris. Di sana ia memamerkan saksofon, yang kemudian dipatenkan pada tahun 1846.

Bersama sang ayah, ia mengembangkan saxhorn--dipatenkan pada tahun 1845--yang merupakan pengembangan atas bugle horn; saxo-tromba, yang menghasilkan nada antara bugle (instrumen musik tiup seperti terompet kecil) dan terompet; serta saxtuba.

Pada tahun 1857, Sax diangkat sebagai instruktur saksofon di Paris Conservatory. Kemudian ia mengembangkan dan menemukan beberapa instrumen musik lainnya, yang menjadi dasar bagi eksploitasi komersial instrumen musik tersebut.

Banyak instrumennya diterima untuk kelompok musik tentara Perancis, dan selama 10 tahun, Sax terlibat dalam perkara hukum dengan pembuat instrumen lainnya yang ingin paten Sax atas sejumlah instrumen musik dicabut.

Di usianya yang ke-80, ia hidup dalam kemiskinan. Karena itu, Emmanuel Chabrier, Jules Massenet, dan Camille Saint-Saëns terpaksa memohon kepada menteri seni murni untuk mendatanginya dan memberi bantuan. Demikian dikutip dari laman Encyclopedia Britannica, Jumat (6/11/2015).

(why/isk)