Tips Menghindari Jebakan Phishing Piala Dunia

Agar terhindar dari phishing dan malware yang memanfatkan Piala Dunia, berikut tips yang sebaiknya Anda ikuti.

Diterbitkan 02 Juni 2014, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ajang sepak bola Piala Dunia 2014 sudah di depan mata. Para scammer (penipu online) banyak yang memanfaatkan ketenaran acara ini untuk mencari korban dengan cara membuat situs-situs palsu yang mirip dengan situs resmi Piala Dunia.

Situs yang dipalsukan tak hanya situs resmi Piala Dunia, tetapi juga situs para sponsor dan partner, serta brand-brand ternama, untuk mengecoh pengguna agar memberikan data pribadi mereka seperti username, password dan nomor kartu kredit.

Agar terhindar dari phishing dan malware yang memanfatkan Piala Dunia, berikut tips yang sebaiknya Anda ikuti, sebagaimana dilansir oleh perusahaan antivirus Kaspersky.

1. Selalu periksa dan pastikan dua kali keaslian sebuah situs sebelum Anda memberikan data kredensial atau informasi rahasia apapun. Situs phishing biasanya sengaja didesain agar mirip dengan situs aslinya.

2. Meskipun situs yang Anda buka berawalan ‘https’ yang biasanya lebih aman dibanding situs dengan awalan ‘http’, bukan berarti situs tersebut benar-benar aman karena para penjahat cyber telah berhasil mendapatkan sertifikat SSL asli.

3. Secara umum, hati-hati dengan pesan yang Anda terima dari pengirim yang tidak dikenal. Terlebih lagi, jangan mengklik tautan (URL) yang ada di email dari sumber yang Anda tidak yakini asalnya.

4. Jangan mengunduh atau membuka lampiran (attachment) yang diterima dari sumber yang tidak jelas, meskipun itu seolah berasal dari teman Anda.

5. Pastikan Anda memiliki perlindungan anti-malware terbaru yang memblokir situs-situs phishing.

Menurut Kaspersky, kejahatan cyber yang memanfaatkan daya tarik Piala Dunia yang besar tidak hanya terjadi di Brazil tetapi di seluruh dunia. Kejahatannya pun tidak terbilang baru, para pakar Kaspersky Lab melaporkan adanya spam dan penipuan Nigerian letter bertema Piala Dunia pada Februari lalu.

Â