Sukses

Berita Terkini

Lihat Semua
Topik Terkait

    Pengertian

    Kolera merupakan penyakit akibat infeksi usus kecil yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Penyakit ini biasanya menginfeksi lewat makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.

    Bakteri Vibrio cholera mengeluarkan racun di usus yang memicu terjadinya diare yang disertai muntah. Jika tidak segera ditangani, Anda bisa kehilangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi. Bahkan penyakit kolera bisa mengancam jiwa.

    Komplikasi
    Kehilangan cairan dalam jumlah besar bisa berakibat fatal. Anda bisa saja mengalami dehidrasi parah dan syok akibat hal tersebut. Selain itu, ada beberapa komplikasi yang juga bisa terjadi, seperti:

    • Hipokalemia. Ini adalah kondisi diamana Anda mengalami kekurangan kalium. Akibatnya bisa terjadi gangguan fungsi jantung dan saraf.
    • Hipoglisemia. Terkadang saat terserang kolera, penderitanya cenderung tak ingin makan. Akibatnya kadar gula darah menurun bahkan bisa saja terlalu rendah.
    • Gagal ginjl. Hal ini terjadi akibat hilangnya fungsi ginjal yang membuatnya mengeluarkan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar.

    Kolera

    Diagnosis

    Dokter akan melakukan diagnosis kolera melalui serangkaian wawancara berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk memperkuat diagnosis, selain pemeriksaan fisik dokter juga melakukan pemeriksaan terhadap usapan rektum atau contoh tinja segar.

    Karena penyakit ini bisa menjadi berbahaya, dianjurkan untuk secepat mungkin berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala kolera.

    Gejala

    Gejala kolera tidak langsung dirasakan, tetapi dimulai dalam jangka waktu 1-3 hari setelah terinfeksi bakteri. Gejalanya bervariasi, mulai dari diare ringan sampai diare berat yang bisa berakibat fatal. Dalam beberapa kasus, orang yang terinfeksi justru tidak menunjukkan gejala apa pun.

    Biasanya penyakit dimulai dengan diare encer seperti air yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa rasa sakit dan muntah-muntah. Pada kasus yang berat, diare menyebabkan kehilangan cairan sampai 1 liter dalam 1 jam.

    Kehilangan cairan dan garam yang berlebihan akan menyebabkan Anda mengalami dehidrasi disertai rasa haus yang hebat. Tak hanya itu, Anda juga mengalami kram otot, penurunan produksi air kemih, sehingga badan terasa sangat lemah.

    Saat dehidrasi, banyaknya cairan yang hilang dari jaringan dapat menyebabkan mata menjadi cekung dan kulit jari-jari tangan mengeriput. Jika tidak segera diobati, ketidakseimbangan volume darah dan peningkatan konsentrasi garam bisa menyebabkan gagal ginjal, syok, hingga koma.

    Gejala kolera biasanya menghilang dalam 3-6 hari. Kebanyakan penderita akan terbebas dari bakteri ini dalam waktu 2 minggu.

    Pengobatan

    Penanganan pertama jika menderita kolera adalah memperbanyak asupan cairan untuk mencegah dehidrasi akibat kolera. Sangat penting untuk segera mengganti kehilangan cairan, garam, dan mineral dari tubuh. Bagi penderita yang mengalami dehidrasi berat, cairan akan diberikan melalui infus.

    Sementara itu, di daerah yang terjangkit wabah kolera, kadang-kadang cairan diberikan melalui selang yang dimasukkan lewat hidung menuju ke lambung. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pergantian cairan.

    Bila dehidrasi sudah diatasi, tujuan pengobatan selanjutnya adalah untuk menggantikan jumlah cairan yang hilang karena diare dan muntah. Pengobatan awal dengan tetrasiklin atau antibiotik lainnya bisa membunuh bakteri dan biasanya akan menghentikan diare dalam 48 jam.

    Bila berada di daerah resisten dengan wabah kolera atau Vibrio cholerae, dapat digunakan furozolidone. Makanan padat bisa diberikan setelah muntah-muntah berhenti dan nafsu makan sudah kembali.

    Pencegahan
    Untuk mencegah kolera, penting untuk melakukan penjernihan cadangan air dan pembuangan tinja yang memenuhi standar. Selain itu, minumlah air yang sudah terlebih dahulu dimasak. Hindari mengonsumsi sayuran mentah atau ikan dan kerang yang tidak dimasak sampai matang.

    Pemberian antibiotik tetrasiklin juga bisa membantu mencegah penyakit pada orang-orang yang sama-sama menggunakan perabotan rumah dengan penderita kolera. Sementara itu, vaksinasi kolera tidak terlalu dianjurkan karena perlindungan yang diberikan tidak menyeluruh.

    Penyebab

    Penyebab penyakit kolera adalah bakteri Vibrio cholerae. Bakteri tersebut menghasilkan racun yang menyebabkan usus halus melepaskan sejumlah besar cairan yang banyak mengandung garam dan mineral. Karena bakteri ini sensitif terhadap asam lambung, maka penderita yang kekurangan asam lambung cenderung menderita penyakit ini.

    Kolera juga dapat tersebar melalui air yang diminum, makanan laut atau makanan lainnya yang tercemar oleh kotoran orang yang terinfeksi