- HOME
- News
- Bisnis
- Enam Plus
- Bola
- TV
- ShowBiz
- Otomotif
- Foto
- Hot
- Cek Fakta
- LAINNYA
-
IslamiBerita & Kajian Islami: Hukum, Amalan, dan Hikmah - Liputan6
-
SahamBerita Saham, Investasi, Pasar Modal Dunia Dan Indonesia
-
CryptoBerita Crypto Hari Ini
-
Citizen6Berita Citizen6 - Media Jurnalisme Warga Khas Liputan6.com
-
RegionalBerita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru
-
TeknoBerita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia
-
OpiniOpini Liputan6: Analisis Mendalam, Sudut Pandang dan Perspektif Baru
-
DisabilitasDisabilitas Berita Terkini, Berita Hari Ini, Berita Harian, Berita Terbaru, Kumpulan Artikel
-
GlobalBerita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6
-
On OffOn Off Liputan6: Sinopsis Film, Jadwal Olahraga & Berita Bisnis Digital
-
SurabayaBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini di Surabaya dan Sekitarnya
-
LifestyleBerita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner
-
HealthKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Seks, Diet, Herbal Terbaik
-
EnglishExploring Knowledge, Taste, and Innovation - en.Liputan6.com
-
FeedsFeeds Liputan6: Kumpulan Tips Praktis & Berita Terbaru Harian
-
OtosiaOtosia
- SpotlightBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com
- BeritaBerita hari ini Politik, Hukum, Dunia International
- KesehatanKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Relationship, Diet, Herbal Terbaik
- SportBerita Bola Terkini, Jadwal Pertandingan, Klasemen, Hasil Liga
Cek Fakta -
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun global, yang menciptakan dinamika di pasar modal. Salah satu faktor domestik yang sangat signifikan adalah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), khususnya suku bunga acuan atau BI Rate.
Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, karena keputusan BI Rate akan menjadi sentimen penting bagi pasar saham dan stabilitas nilai tukar rupiah. Kenaikan BI Rate, seperti yang terjadi pada Mei 2026 sebesar 50 bps menjadi 5,25%, dapat memengaruhi IHSG meskipun juga mendorong penguatan Rupiah.
Faktor-faktor Utama Penggerak IHSG
- Kebijakan Moneter: Keputusan BI Rate dan sikap Bank Indonesia terhadap stabilitas Rupiah sangat memengaruhi sentimen pasar.
- Sentimen Global: Perkembangan negosiasi internasional (misalnya AS-Iran) dan harga minyak dunia dapat memengaruhi IHSG. Sentimen global negatif seringkali menekan IHSG.
- Kondisi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, dan kebijakan pemerintah (misalnya rencana ekspor komoditas SDA melalui BUMN) adalah faktor penting.
- Kinerja Emiten: Kinerja perusahaan yang tercatat di bursa, terutama emiten besar, memiliki dampak signifikan. Jika banyak perusahaan mencatat laba besar, IHSG cenderung menguat.
- Sentimen Pasar dan Psikologis: Berita politik, isu global, dan kepercayaan investor juga berperan dalam fluktuasi IHSG.
Investor perlu memahami orientasi investasi mereka, baik jangka pendek maupun jangka panjang, di tengah kondisi pasar yang fluktuatif akibat berbagai faktor penggerak ini. Indikator teknikal seperti volume beli pada saham perbankan dan konsumsi juga dapat memberikan sinyal perbaikan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)