Sukses

Analisis terhadap gelombang demonstrasi mahasiswa menunjukkan adanya potensi infiltrasi kekuatan supranasional dan perang hibrida. Teori ketahanan negara menyebutkan ancaman terselubung dalam rangkaian penyampaian aspirasi jalanan oleh mahasiswa, yang cenderung sporadis dan anarkis.

Dalam sudut pandang teori perang hibrida, destabilisasi sebuah negara tidak hanya dilakukan melalui ancaman militer konvensional, tetapi juga melalui kombinasi serangan seperti tekanan pada sektor ekonomi dan keuangan, perang informasi, serta pemanfaatan aktor non-negara seperti elemen mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menciptakan kekacauan domestik dari dalam. Dampak ini kadang tidak disadari oleh para pelaku aksi.