Ruang Kreatif Offline Dinilai Penting untuk Kembangkan Imajinasi Anak

Ruang kreatif offline dinilai penting untuk menyeimbangkan aktivitas digital anak sekaligus mendorong imajinasi, kreativitas, dan kemampuan berekspresi.

Diterbitkan 25 Juni 2024, 16:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah keseharian anak yang semakin dekat dengan layar, ruang kreatif offline menjadi semakin penting untuk membantu anak lebih aktif berimajinasi dan berekspresi.

Data Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2026 menunjukkan anak usia 5–11 tahun menghabiskan rata-rata 2,8–3,5 jam per hari menggunakan gadget, sementara laporan OECD 2024 mencatat skor creative thinking siswa Indonesia masih berada di angka 19 dari 60, lebih rendah dari rata-rata OECD sebesar 33.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan lebih banyak ruang kreatif bagi anak Indonesia, bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan untuk menyeimbangkan keseharian mereka dengan aktivitas yang mendorong anak lebih aktif berkarya, berekspresi, dan menggunakan imajinasinya secara langsung.

"Berangkat dari kebutuhan tersebut, Kodomo bersama Alfamart kembali menyelenggarakan Generasi Ceria Warnai Indonesia 2026, sebuah program nasional yang mengajak anak-anak Indonesia menghadirkan warna baru bagi Indonesia melalui ekspresi kreatif," ujar Marketing Manager Kodomo Liana, Kamis (25/6/2026).

Dia mengatakan, tahun ini, Subang menjadi kota pertama dari rangkaian kegiatan di 10 kota Indonesia, dengan lebih dari 1.000 peserta anak beserta orang tua yang antusias mengikuti acara di Gedung Serbaguna Mulia, Subang.

 

Tahun Keempat Penyelenggaraan

Liana menjelaskan, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, Generasi Ceria Warnai Indonesia bukan hanya dihadirkan sebagai lomba mewarnai dan menggambar, tetapi juga sebagai ruang bagi anak untuk menuangkan ide, memilih warna, membangun cerita visual, dan menunjukkan cara mereka melihat Indonesia melalui imajinasi mereka sendiri.

"Anak-anak hari ini tumbuh di tengah arus konten digital yang sangat cepat. Karena itu, kami percaya anak juga membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak dari sekadar mengonsumsi konten, lalu mulai berkarya, memilih warna, menggambar cerita, dan mengekspresikan idenya sendiri," kata dia.

"Data creative thinking Indonesia juga mengingatkan kita bahwa kreativitas bukan hanya soal seni, tetapi juga kemampuan menghasilkan ide, menyelesaikan masalah, dan berani mengekspresikan gagasan. Melalui Generasi Ceria Warnai Indonesia, Kodomo ingin menghadirkan ruang kreatif yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan dunia anak," sambung Liana.

Menurut dia, dengan tema besar untuk menghidupkan warna-warni anak Indonesia, program ini mengajak anak-anak dari berbagai kelompok usia untuk mengekspresikan imajinasi, perasaan, rasa cinta kepada Indonesia, dan cita-cita mereka melalui karya visual.

"Peserta dibagi ke dalam tiga kategori usia, yaitu Kategori A untuk PAUD/Taman Kanak-Kanak, Kategori B untuk kelas 1–3 Sekolah Dasar, dan Kategori C untuk kelas 4–6 Sekolah Dasar," ucap Liana.

Menurut dia, selain lomba mewarnai dan menggambar, rangkaian acara di Subang juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan untuk anak serta orang tua.

"Anak-anak dan keluarga dapat menikmati penampilan bintang tamu Quinn Salman, penampilan murid-murid sekolah lokal, talkshow bersama Quinn Salman dan juri dari Institut Kesenian, serta aktivitas gratis di booth Kodomo, termasuk keramas gratis dan pemeriksaan gigi gratis untuk anak-anak," kata Liana.

 

Pentingnya Kreativitas dan Kesehatan Anak

Kehadiran Quinn Salman sebagai bintang tamu utama turut menjadi bagian dari upaya Kodomo untuk menghadirkan figur inspiratif yang dekat dengan dunia anak.

Dalam sesi bersama peserta dan orang tua, Quinn membagikan pengalamannya tentang bagaimana kreativitas dapat diasah sejak dini melalui hal-hal sederhana, mulai dari berani mencoba, banyak mengamati sekitar, hingga tidak takut menuangkan ide ke dalam karya.

"Menurut aku, kreativitas itu tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Anak-anak bisa mulai dari hal sederhana, seperti memilih warna yang mereka suka, menggambar hal yang mereka lihat, atau menceritakan perasaan mereka lewat karya. Yang penting adalah berani mencoba dan percaya bahwa setiap anak punya cara sendiri untuk berkarya," ucap Quinn Salman.

Liana kembali menjelaskan, melalui kegiatan ini, Kodomo juga ingin menegaskan, kreativitas dan kesehatan anak perlu berjalan beriringan.

Karena itu, kata dia, selain menghadirkan ruang ekspresi melalui lomba mewarnai dan menggambar, Kodomo juga menyediakan aktivitas edukasi dan layanan gratis seperti pemeriksaan gigi serta keramas gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan anak.

"Sebagai Teman Baik anak Indonesia, Kodomo ingin terus hadir di momen-momen penting tumbuh kembang anak. Bagi kami, setiap warna yang dituangkan anak bukan hanya hasil karya, tetapi juga bentuk keberanian mereka untuk bercerita, berimajinasi, dan melihat dunia dengan caranya sendiri," ucap Liana.

"Kami berharap Generasi Ceria Warnai Indonesia dapat menjadi pengalaman yang membekas bagi anak dan keluarga, sekaligus menjadi kontribusi kecil untuk mendukung lahirnya generasi Indonesia yang lebih kreatif, percaya diri, sehat, dan ceria," sambung Liana.

Menurut dia, penyelenggaraan Generasi Ceria Warnai Indonesia 2026 juga menjadi bentuk penguatan kerja sama antara Kodomo dan Alfamart, yang memiliki tujuan sama untuk hadir lebih dekat dengan keluarga Indonesia di berbagai daerah.

"Dengan jaringan Alfamart yang luas, Kodomo dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan menghadirkan manfaat tidak hanya melalui produk perawatan anak berkualitas, tetapi juga melalui pengalaman yang positif, edukatif, dan menyenangkan bagi anak serta orang tua," ucap dia.

"Setelah Subang, rangkaian Generasi Ceria Warnai Indonesia 2026 akan berlanjut ke berbagai kota lain di Indonesia. Melalui perjalanan ini, Kodomo dan Alfamart berharap semakin banyak anak Indonesia memiliki ruang untuk berkarya, berprestasi, dan mengekspresikan warna-warni imajinasinya," jelas Liana.