Sukses

Cak Thoriq: Warga di Tepian Aliran Lahar Semeru Prioritas Evakuasi

Liputan6.com, Lumajang - Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyatakan, penanganan pengungsi akan diprioritaskan pada masyarakat yang berada di tepian aliran lahar gunung Semeru.

Cak Thoriq sapaan akrabnya, mengungkapkan, bahwa pihaknya juga akan mengantisipasi jika adanya curah hujan tinggi terjadi, terutama di puncak Semeru, karena di atas masih ada APG yang potensinya, jika ada curah hujan tinggi bisa menurunkan lahar dingin.

Cak Thoriq juga menyampaikan perkembangan situasi dan kondisi terkini yang relatif lebih aman kepada Forkompimda Jatim, tetapi status yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Level IV berstatus Awas.

Dirinya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Khofifah Indar parawansa bersama rombongan, karena maksud dan tujuannya adalah untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak pasca erupsi Gunung Semeru Minggu kemarin.

"Gubernur Provinsi Jawa Timur didampingi Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jawa Timur meninjau kami semua yang sekarang terdampak APG erupsi Gunung Semeru," pungkasnya.

Gunungapi Semeru kembali muntahkan Awan Panas Guguran (APG) pada hari Minggu (4/12/2022) sejak pukul 02.46 WIB, dengan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak. Aktivitas erupsi Gunungapi Semeru itu terekam di seismograf dengan aplitudo maksimum 35 mm dan durasi 0 detik.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

APG Gunung Semeru

Menurut Kementerian ESDM, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sumber awan panas guguran itu berasal dari tumpukan di ujung lidah lava yang berada sekitar 800 meter dari puncak atau Kawah Jonggring Seloko.

Berdasarkan pantauan CCTV Semeru, fenomena APG terus berlangsung pukul 07.42 WIB dengan jarak luncur bervariasi antara 5 sampai 7 km. Saat siaran pers ini dibuat, fenomena APG Gunungapi Semeru masih berlangsung.

Sebagai antisipasi dampak risiko dari APG Gunungapi Semeru, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang turun ke lapangan untuk kaji cepat dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS