Indra Bekti Nostalgia Cerdas Cermat Lewat Juara Kelas Indonesia

Indra Bekti kembali jadi host Juara Kelas Indonesia, kompetisi pelajar yang mengingatkannya pada Cerdas Cermat. Simak konsep seru dan edukatifnya!

Jadi intinya...
  • Indra Bekti menjadi host program kompetisi pelajar "Juara Kelas Indonesia".
  • Program ini menguji literasi, numerasi, dan karakter siswa kelas 5 SD.
  • Kompetisi dikemas seru dengan games interaktif dan konsep eliminasi.

Liputan6.com, Jakarta - Indra Bekti kembali ke layar kaca lewat program kompetisi pelajar bertajuk Juara Kelas Indonesia. Pria 49 tahun itu dipercaya menjadi host ajang yang menguji siswa kelas 5 sekolah dasar (SD) dari berbagai daerah tersebut.

Program ini diperkenalkan Garuda TV dalam press conference di Kemendikdasmen, Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10). Juara Kelas Indonesia mengangkat tiga pilar kompetensi, yaitu literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Kenang Tontonan Masa Kecil

Bagi Indra Bekti, tawaran menjadi pembawa acara ini terasa personal. Ia mengaku program tersebut mengingatkannya pada tayangan edukatif yang ia tonton semasa kecil.

Ia menyebut acara itu sebagai tolok ukur tontonan edutainment. Indra Bekti pun tak menyembunyikan rasa senangnya saat menjelaskan kemiripan konsep tersebut dengan acara favoritnya dulu.

"Dulu masih kecil nontonnya Cerdas Cermat. Nah, sekarang itu mirip-mirip seperti itu, tapi ini lebih seru karena aku bawain acaranya," ungkap Indra Bekti.

Dikemas Seru dan Edukatif

Meski bernuansa pendidikan, Indra Bekti memastikan Juara Kelas Indonesia tidak akan membosankan. Ketiga pilar kompetensi dikemas lewat berbagai games dan challenge interaktif dengan konsep eliminasi di setiap tahap.

"Jadi dikemas dengan sedemikian indahnya nanti, dan dengan ketegangan-ketegangan yang ada, dengan keseruan-keseruan yang ada," ujarnya.

Setiap sekolah negeri maupun swasta mengirim satu tim berisi tiga siswa. Menurut Indra Bekti, kompetisi ini bukan hanya soal menjawab pertanyaan, tetapi juga membentuk kepribadian peserta.

"Jadi pertanyaan-pertanyaan ini akan lebih seru, akan lebih membuat anak-anak itu punya karakter yang kuat di sini gitu," tutur Indra Bekti. "Pastinya ini akan menjadi tontonan yang bermutu untuk kita semua," lanjutnya.

Alasan Pilih Kelas 5 SD

Direktur Operasional Garuda TV, Untung Pranoto, menjelaskan alasan pemilihan siswa kelas 5 SD sebagai peserta. Pihaknya mengacu pada riset dan masukan dari Kemendikdasmen. Siswa kelas 6 tidak dilibatkan karena dikhawatirkan konsentrasinya terpecah menjelang ujian.

"Kelas lima SD itu paling tidak sudah menyelesaikan 90% pendidikan SD, tinggal 10% lagi," jelas Untung Pranoto.

Para peserta akan melewati seleksi regional bersama Kemendikdasmen. Peserta terpilih kemudian datang ke Jakarta untuk menjalani karantina, study tour, dan mentoring sebelum mengikuti rangkaian tantangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Yoriko Angeline Dapat Kejutan Ulang Tahun ke-24 dari Fans, Serba Pink