Review Film Clayface: Kisah Asal Sang Musuh Ikonis Batman, Bikin Jatuh Iba hingga Ngilu

Elemen yang paling menarik dari film Clayface, justru dari segi horornya.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 18:16 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu villain ikonis Batman Clayface, akhirnya debut perdana dalam film layar lebar live action dalam naungan DCU (DC Universe). Disutradarai James Watkins, film Clayface menghadirkan kisah asal atau origin story sang villain, yang memiliki alter ego seorang aktor muda, Matt Hagen (Tom Rhys Harries).

Matt dikenal sebagai aktor yang tengah naik daun di Gotham. Meski berasal dari latar belakang miskin dan terpinggirkan, Matt akhirnya meraih bintangnya di dunia hiburan dengan kerja kerasnya bersama sang sahabat Corey (Joshua James). Aktingnya yang jempolan bahkan membuatnya masuk dalam jajaran nomine Academy Awards, membuatnya diburu para sosok berpengaruh di dunia showbiz. 

Sampai satu kesalahan fatal ia lakukan dalam satu malam: mengajak seorang wanita ke tempat tidurnya. 

Corey sebenarnya sudah memberinya kode keras, bahwa wanita ini adalah Mia (Joana Ribeiro), kekasih dari bos kriminal di Gotham Markos Szabo (David Dencik). Namun pengaruh suasana menumpulkan insting Matt Hagen.

Sampai keesokan paginya, sebuah kejutan mengerikan membangunkannya dari tidur.  Markos Szabo yang tak terima melihat kekasihnya seranjang dengan Matt Hagen langsung menuntut balas. Dengan sebilah pisau, ia menyayat wajah sang aktor hingga hancur, tak berbentuk.

Asa Terakhir Matt Hagen

Keadilan yang diharapkan hadir, sama sekali tak mampir kepada Matt Hagen. Dengan kekuasaannya, Szabo tak hanya berhasil lenggang kangkung dari pengadilan, tapi juga menghancurkan nama Matt Hagen. Matt kehilangan semuanya. Harta, karier, dan reputasinya. Yang tersisa hanya wajah mengerikan, yang membuatnya bersembunyi dari tatapan orang lain.

Sampai akhirnya ia mengetahui keberadaan Caitlyn Corr (Naomi Ackie), seorang ilmuwan yang menciptakan sel nano--yang teorinya--dapat mereparasi sel rusak dalam tubuh seseorang. Riset wanita ini menjadi satu-satunya harapan bagi Matt. Dengan nekat ia meminta Caitlyn untuk menjadikannya kelinci percobaan.

Meski awalnya ragu, Caitlyn akhirnya bersedia membantu Matt. Hasilnya pun mulus, wajah Matt Hagen kembali seperti sedia kala. Namun muncul komplikasi tak terduga. Bak tanah liat yang dibasahi air, tubuh dan wajah Matt bisa meleleh, bahkan berubah bentuk.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Apa ini akhir dari hidup Matt Hagen, atau justru jadi pembuka jalannya membalas dendam?

Halaman
Show All