Mengenal Cosplay di Indonesia, Intip Biaya yang Harus Dikeluarkan

Mengenal dunia cosplay di Indonesia, mulai dari biaya kostum dan makeup, perkembangan di acara pop culture, peran komunitas, hingga cosplayer populer.

Liputan6.com, Jakarta - Cosplay atau costume play memungkinkan penggemar tampil sebagai karakter ikonik dari anime, film, komik, gim, hingga karya budaya pop lainnya. Hobi ini terus berkembang dan memiliki komunitas yang semakin luas. Jika sebelumnya cosplay identik dengan acara bertema Jepang, kini para cosplayer juga hadir di konvensi budaya pop, acara gim, hingga pemutaran perdana film.

Di balik penampilan yang menarik, cosplay membutuhkan persiapan yang tidak sederhana. Kostum hanyalah salah satu bagian yang perlu disiapkan. Riasan, wig, aksesori, properti, hingga gestur dan ekspresi karakter turut menentukan hasil akhirnya.

Dalam wawancara dengan Asianbeat pada 2021, cosplayer Indonesia Octavianus Rizky menceritakan pengalamannya mempelajari body painting, membuat properti sendiri, serta menyiapkan pertunjukan bersama tim. Persiapan tersebut mencakup latihan aksi panggung, koreografi, hingga penyuntingan audio untuk penampilan.

"Pengalaman pertama cosplay langsung belajar yang namanya body painting dan juga membuat properti cosplay sendiri. Tentunya karena waktu cosplay bareng sama temen-temen sambil perform di atas panggung, hal tersebut menjadi hal yang tak terlupakan karena di situ kita juga menang sebagai Favorite Team. Setelah mencoba apa itu cosplay, ternyata ketagihan, ada proses belajar di dalamnya seperti: membuat properti atau kostum, latihan aksi di atas panggung, dan koreografi, sampai ke editing sound untuk performance, semua hal itu yang bikin saya tertarik dan tetap aktif di cosplay sampai sekarang," ungkap Octavianus.

Biaya yang Dikeluarkan untuk Cosplay

Menyiapkan kostum dengan detail yang menyerupai karakter asli bisa membutuhkan biaya cukup besar. Misalnya, ketika ingin bercosplay sebagai Tanjiro dari anime Demon Slayer, beberapa bagian yang perlu disiapkan adalah katana, kimono, dan aksesori telinga. Jika kostum atau aksesori yang dibutuhkan tidak tersedia dalam bentuk siap pakai, cosplayer perlu memesan versi khusus atau menyewanya.

Kepada KapanLagi.com, Nauchi (@nau_chi), cosplayer asal Malang, membagikan perkiraan biaya yang dikeluarkannya untuk setiap penampilan. Besarnya anggaran bergantung pada tingkat kesulitan kostum dan detail karakter yang ingin ditiru.

"Perkiraan budget untuk sekali cosplay sih tergantung ya. Kalo misal costume yang simple (seifuku, character cosplay simple) beli Rp 150 ribu-400 ribu. Kalau konsep yang agak rumit kayak karakter yang bajunya wow biasanya start Rp 600 ribuan ke atas. Ini baru cosplay aja belum wig-nya dan style wig juga. Pengalaman saya beli fullset coswig rata-rata yang simple Rp 450 ribuan, soalnya bisa dicari di e-commerce, terus kalo karakter yang aksesorisnya banyak antara Rp 800 ribu-900 ribuan yang full set,” ungkap Nauchi dalam sesi interview eksklusif bersama KapanLagi Jepang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Nauchi kerap membawakan karakter dengan detail kostum rumit, seperti Frieren dan sejumlah karakter dari gim Wuthering Waves. Berbekal pengalamannya selama beberapa tahun, ia kini juga menjalankan bisnis persewaan kostum cosplay. "Kalau untuk rent biasanya tergantung sih, bisa dari yang cos fullset simple mulai dari Rp 50 ribu per 3 hari sampai Rp 95 ribu per 3 hari. Kalau yang rumit atau brand HQ mulai Rp 110 ribu per 3 hari sampai Rp 200 ribuan per 3 hari," sambung Nauchi. Selain kostum, wig, dan aksesori, biaya riasan juga perlu diperhitungkan. Mai San, cosplayer asal Malang lainnya, menjelaskan bahwa ia lebih sering merias wajah sendiri. Namun, ia sesekali menggunakan jasa penata rias atau makeup artist (MUA) ketika tidak sempat berdandan atau sedang tidak ingin melakukannya sendiri. "Biasanya aku lebih sering makeup sendiri, tapi kalau pakai MUA cosplay bisa sekitar Rp 100 ribu-200 ribuan ke atas, tergantung price list masing-masing MUA, banyak macemnya, banyak paket pilihannya juga. Kadang aku pakai MUA semisal pas aku nggak ada waktu buat makeup sendiri atau emang lagi mager makeup sendiri aja sih," ungkap Mai San kepada KapanLagi.com.

Halaman
Show All