Evelyn Afnilia Tulis People Pleaser, Relate dengan Fenomena Gak Enakan

Evelyn Afnilia langsung terpikir pada Mawar De Jongh untuk bermain di film People Pleaser.

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 11:51 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena gak enakan bisa dibilang sangat umum terjadi di lingkungan kita. Bahkan fenomena ini juga dirasakan oleh penulis film baru bertajuk People Pleaser: Si Paling Gak Enakan, Evelyn Afnilia.

Pada Senin, (12/10/2026), sebuah konferensi pers trailer dan poster film People Pleaser dihelat di Jakarta. Pada momen tersebut Evelyn Afnilia menceritakan awal mula tercetus ide membuat film yang mengabadikan fenomena gak enakan.

“Awalnya memang aku itu suka tertarik sama fenomena-fenomena yang terjadi. Terus waktu itu kalau enggak salah tahun lalu, Pak Andi tanya-tanya, 'Kita bikin apa lagi ya buat tahun depan?' Aku kepikiran kayaknya people pleaser itu menarik karena hampir semua orang tuh pasti ada enggak enaknya gitu,” ujar Evelyn.

Ia pun juga relate dan pernah merasakan menjadi people pleaser, hal ini ia lakukan saat ditanya oleh produser Andi Suryanto.

“Bahkan aku pas ditanya Pak Andi aja misalnya menolak juga enggak enak gitu kan. Apalagi pas enggak ada, enggak enak juga gitu. ‘Ada nih Pak’ gitu,” ungkapnya.

 

Langsung Kepikiran Mawar de Jongh Sebagai Karakter Utama

Evelyn juga mengakui nama Mawar de Jongh langsung terlintas saat memikirkan pemain yang cocok membintangi cerita terbarunya itu mengingat Mawar sendiri disebut sebagai orang yang cukup people pleaser.

“Yang paling pertama kali kepikiran jujur aja waktu itu memang Mawar sih langsung, jadi kayak ‘kayaknya yang main Mawar menarik deh Pak’ gitu. Waktu itu kita udah line up sama Mas Bob juga, terus kayak ‘kalau bisa sama Mawar sih kayaknya menarik’ gitu. Terus katanya kan Mawar orangnya lumayan people pleaser gitu,” kata Evelyn.

 

Proses Membangun Cerita People Pleaser

Tentunya dalam membangun cerita, Evelyn melalui berbagai tahapan mulai dari mengamati fenomena itu sendiri hingga bekerja bersama dengan sutradara dan tim.

“Kalau development sendiri dibantu tim sama Mas Bob (sutradara People Pleaser). Kayak biasa kalau di Lyto Pictures tuh, kita lebih ke ngamatin sebenarnya people pleaser berakar dari mana, apa yang jadi problem paling relevan sama banyak orang,” ucapnya.

Ia pun menambahkan bahwa terkadang banyak yang tidak sadar bahwa mereka telah mengabaikan diri sendiri. Hal itulah yang kemudian ia masukkan ke dalam cerita.

“Mungkin banyak orang yang enggak sadar kalau sebenarnya keinginan mereka tuh sama pentingnya dengan kebutuhan orang lain gitu. Itu yang coba coba pada akhirnya di-inject ke dalam cerita ini tapi tidak mau dibuat terlalu berat. Jadi, kita coba bawain seringan mungkin supaya jadi kalau dibilang relate tapi enggak triggering,” tambah Evelyn.

 

Ide Awal Berasal dari Sekitar

Sang penulis menyatakan bahwa lingkungan sekitar yang dipenuhi oleh para people pleaser menjadi inspirasi utamanya. Walaupun pernah mengalami perasaan serupa, Evelyn mengaku dirinya bukanlah tipe orang yang ekstrem dalam hal tersebut.

“Kalau ide awalnya banget kebanyakan dari teman-teman sekitar sih. Kayak teman-teman sekitar banyak banget yang enggak enakan. Aku kebetulan bukan terlalu yang enggak enakan banget, jadi kayak ‘Kok lu kayak gitu sih?’. Malah dari kacamata orang yang mungkin enggak terlalu people pleaser gitu,” ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Sinopsis dan Review Film Whalefall, Perjuangan Keluar dari Perut Seekor Paus Sperma

Afradhiya N. R, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan