Saksikan Sinetron Jejak Duka Diandra Episode Jumat 20 Februari Pukul 21.30 WIB di SCTV

Saksikan Sinetron Jejak Duka Diandra Episode Jumat 20 Februari Pukul 21.30 WIB di SCTV.

Diterbitkan 20 Februari 2026, 20:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dim menyanyikan lagu cinta untuk Diandra, membuat karyawan bersorak dan Diandra malu.
  • Jordan marah melihat Dim dan Diandra, lalu pergi meninggalkan Diandra merasa bersalah.
  • Dimitri menyiapkan kejutan balon mahkota di taman rumah sakit untuk Freya yang sakit.

Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Jejak Duka Diandra Episode Jumat 20 Februari mengisahkan, suasana mendadak berubah ketika Dim tiba-tiba mengambil mikrofon dan menyanyikan lagu cinta khusus untuk Diandra. Lagu itu terdengar lembut dan penuh perasaan, membuat seluruh ruangan ikut larut. Para karyawan yang menyaksikan langsung bersorak, menggoda, dan meneriakkan “ciyeee” tanpa henti. Diandra hanya bisa tersenyum kaku.

Hatinya campur aduk—malu, canggung, sekaligus tidak tahu harus bersikap bagaimana. Di satu sisi, ia tak ingin mempermalukan Dim di depan banyak orang. Namun di sisi lain, ia sadar perhatian sebesar itu bisa menimbulkan salah paham.

Jordan yang menyaksikan semuanya dari kejauhan tak mampu menyembunyikan kekesalannya. Wajahnya menegang, rahangnya mengeras. Ia tak tahan melihat pemandangan itu dan memilih pergi begitu saja. Kepergiannya membuat Diandra makin merasa bersalah. Ia seperti terjebak di tengah situasi yang tak pernah ia minta.

Beberapa hari kemudian, suasana jauh lebih tenang. Diandra sedang duduk di kamar rumah sakit, menyuapi Freya sambil membacakan dongeng tentang putri kerajaan. Freya mendengarkan dengan mata berbinar, membayangkan istana dan mahkota indah. Tiba-tiba ponsel Diandra berbunyi. Sebuah pesan suara dari Dimitri masuk, memintanya membawa Freya ke taman rumah sakit.

Diandra berniat menelepon balik dan meminta Dimitri menghentikan semua kejutan yang menurutnya sudah kelewat batas. Namun Dimitri memohon agar ia datang terlebih dahulu. Freya yang mendengar itu langsung memohon dengan penuh rasa penasaran. Ia ingin melihat kejutan dari “Uncle Slay”.

Akhirnya, Diandra mengalah. Freya didorong keluar kamar oleh perawat dengan kursi rodanya, sementara Diandra berjalan di sampingnya. Sesampainya di taman, lampu-lampu kecil tampak menyala lebih terang dari biasanya. Dari balik replika kastel kecil, Dimitri muncul membawa balon berbentuk mahkota. Dengan senyum hangat, ia berlutut di depan Freya dan berkata bahwa balon itu untuk satu-satunya putri pemberani yang sedang berjuang untuk sembuh.

Diandra terpaku. Ia memandangi sekeliling taman yang dihias sederhana namun penuh perhatian. Hatinya bergetar. Dalam diam ia bertanya pada dirinya sendiri, mengapa Dimitri masih bisa menunjukkan kehangatan sebesar itu, seolah tak pernah lelah peduli.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Richard Lee Tunjukkan Putusan Kemenkes, Bantah Langgar Etika Kedokteran

Tim ShowbizTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan