Nicholas Saputra Aktif Dalam Program Genera-Z Berbakti Bukti Anak Muda Peduli Desa

Nicholas Saputra terlibat aktif dalam program Genera-Z Berbakti, membuktikan komitmennya terhadap pemberdayaan generasi muda dan pembangunan berkelanjutan di desa-desa Indonesia.

Diperbarui 17 Juni 2025, 21:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Aktor kenamaan Nicholas Saputra kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu sosial dan lingkungan. Dikenal sebagai Duta Nasional UNICEF Indonesia dan aktif dalam berbagai kampanye lingkungan, Nicholas Saputra kini didapuk menjadi panelis dalam program Genera-Z Berbakti yang diinisiasi oleh BCA.

Program ini merupakan ajang kompetisi bagi mahasiswa yang memiliki gagasan inovatif untuk memajukan desa-desa binaan BCA. Keterlibatan Nicholas Saputra dalam program ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

"Ada salah satu mahasiswa yang tidak hanya betul-betul memahami situasi alamnya, tetapi juga kultur budaya masyarakat di desa tersebut. Ini justru menjadi hal yang penting dan utama, tentang memahami manusianya," ujar Nicholas Saputra, Duta Bakti BCA, memberikan apresiasi terhadap ide-ide kreatif para peserta.

Nicholas Saputra Jadi Juri di Genera-Z Berbakti

Dalam program Genera-Z Berbakti, Nicholas Saputra tidak hanya berperan sebagai figur publik, tetapi juga sebagai juri yang memberikan penilaian terhadap proposal-proposal yang diajukan oleh para mahasiswa. Ia bersama panelis lainnya, termasuk Happy Salma, memberikan masukan konstruktif untuk menyempurnakan ide-ide tersebut.

Delapan tim dari berbagai universitas ternama di Indonesia seperti Universitas Lampung (UNILA), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Andalas (UNAND), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) bersaing untuk memberikan solusi terbaik bagi desa-desa wisata seperti Desa Wisata Edelweiss Wonokitri (Jatim), Dayun (Riau), Pulau Derawan (Kaltim), dan Teluk Kiluan (Lampung).

Nicholas Saputra memberikan perhatian khusus pada detail program yang diajukan. Ia tidak segan memberikan kritik membangun kepada tim yang kurang detail dalam menjelaskan program mereka. Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap situasi dan kebutuhan masyarakat desa.

Apresiasi untuk Inovasi Anak Muda

Nicholas Saputra memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi-inovasi yang diajukan oleh para mahasiswa. Salah satu yang membuatnya terkesan adalah solusi Smart Reef Initiative dari tim UNILA yang mengusung teknologi IoT untuk membuat sistem peringatan dini tsunami. Ia juga terkesan dengan solusi SAVANA dari tim UI yang memadukan edukasi kesehatan, pertanian organik, serta pelatihan bahasa Inggris untuk masyarakat Edelweiss Wonokitri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Menurutnya, inovasi-inovasi ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa. Ia berharap program Genera-Z Berbakti dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Happy Salma, sebagai panelis lainnya, juga memberikan perhatian terhadap representasi gender dalam tim. Ia mempertanyakan mengapa sebuah tim hanya beranggotakan laki-laki, menunjukkan pentingnya inklusivitas dalam setiap program pembangunan.

Halaman
Show All
Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan