9 Lagu Spesial Honne di Mola Chill Fridays, Hibur Penggemar Musik di Masa PPKM Darurat

Honne yang digawangi oleh James Hatcher dan Andy Clutterbuck tampil eksklusif di Mola Chill Fridays dan membawakan 9 spesial untuk menghibur penggemar musik Tanah Air.

Diperbarui 27 Juli 2021, 19:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat aktivitas masyarakat masih terbatas dan harus lebih banyak tinggal rumah. Namun jangan sedih, karena masih ada Mola Chill Fridays yang bisa menghibur Anda dari rumah. 

Memasuki episode baru yang tayang live 23 Juli 2021, Mola Chill Fridays menyiarkan penampilan dua musisi yang tengah digandrungi menikmati musik Indonesia yakni Vira Talisa dan Honne, duo asal Inggris. 

Tak tanggung-tanggung, Honne yang digawangi oleh James Hatcher dan Andy Clutterbuck membawakan 9 (sembilan) lagu paling hitsnya untuk menghibur penggemar musik Tanah Air di masa perpanjangan PPKM Darurat Jawa-Bali. Penampilan keduanya, ditemani oleh Reuben James bermain piano dan Beka, backing vocal.  

Di Balik Lagu What Would You Do?

Dalam penampilan di Mola Chill Fridays, Honne secara khusus menyapa penonton Indonesia. Indonesia seakan memiliki kenangan tersendiri bagi Honne. Kisah paling epik yang terjadi di Indonesia adalah Honne sampai harus menambah 1 hari lagi jadwal konser di Jakarta dan Surabaya akibat permintaan publik Indonesia yang luar biasa.

Honne membuka penampilannya dengan lagu Day 1, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu barunya berjudul What Would You Do? yang liriknya sangat relevan dengan kondisi pandemi global yang dihadapi.

"Ini adalah penampilan langsung pertama kami untuk lagu ini (What Would You Do?) Kami masih belum melakukan tour sejak lagu ini rilis," ujar James.

"Jadi ini adalah eksklusif. Jadi kalian bisa mendengar pertama kali di Mola Chill Fridays," tutur Andy

Di sela-sela penampilan bernyanyi, James dan Andy menyempatkan berinteraksi dengan penggemar, menjawab pertanyaan seputar kehidupan dan hobi di luar musik. Salah satunya mengenai single baru What Would You Do?

"Ini sebenarnya proses yang sangat mudah. Beberapa lagu kami favorit, selalu selesai menjadi sebuah lagu hanya membutuhkan waktu sehari untuk membuatnya dan What Would You Do? adalah salah satunya," sebut James.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

James menceritakan kalau lagu What Would You Do? dibuat sebelum pandemi saat James dan Andy berada di Los Angeles awal tahun 2020. Saat menikmati cuaca dan berjemur di bawah sinar matahari. "Aku pikir seluruh suasana berada di sana seperti meresap ke dalam lagu," kata James. Ditambahkan oleh Andy, suasana saat itu seperti berada di pesisir barat pada saat itu. Tapi menurut Andy, ada hal yang sedikit agak aneh karena liriknya berisi dunia berakhir seminggu dari sekarang, apa yang akan kalian lakukan? "Kami menulis itu sebelum pandemi, jadi itu agak aneh. Pembaca pikiran. Kami telah melakukannya. Ini seperti pertama kalinya. Tapi ya, itu jelas menjadi sangat relevan bagi banyak orang. Karena kurasa sebagian besar dari kita setuju bahwa kita merasa dunia seperti ingin berakhir. Tapi kita harus tetap positif dan semoga kalian menikmati kami," tutur James.

Halaman
Show All
Gilar RamdhaniTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan