Sukses

Mariah Carey Balik Melawan Gugatan Abangnya di Pengadilan

Liputan6.com, Los Angeles - Memoir yang dirilis Mariah Carey pada September tahun lalu, melahirkan gesekan antara sang diva dan saudara-saudaranya. Dilansir dari Page Six, Selasa (1/6/2021), kakak lelaki pelantun "We Belong Together" ini menuduhnya melakukan pencemaran nama baik lewat memoir bertajuk The Meaning of Mariah Carey.

Sang kakak, Morgan Carey yang kini berusia 61 tahun, menggugat sang adik karena merasa telah secara keliru digambarkan sebagai sosok yang kasar saat mereka tumbuh dewasa.

Wanita 51 tahun ini kemudian melakukan perlawanan balik di Pengadilan Tinggi Manhattan.

 

2 dari 5 halaman

Penting untuk Publik

Dalam sebuah dokumen yang disampaikan ke pengadilan pada Jumat pekan lalu, pihak Mariah berargumen bahwa gugatan Morgan Carey seharusnya ditolak karena sejumlah alasan.

Salah satunya, karena topik perjalanan hidup Mariah dalam buku ini dipandang sebagai hal yang penting untuk publik.

 

3 dari 5 halaman

Untuk Anak Muda

Dia mengklaim bahwa standar yang lebih tinggi seharusnys diterapkan untuk membuktikan tuduhan pencemaran nama baik yang diajukan Morgan.

Penyanyi dengan sejumlah karya ikonis ini mengatakan bahwa kisah hidupnya adalah hal yang penting bagi publik karena popularitasnya. Selain itu, ia juga ingin memberi dorongan kepada anak muda dengan situasi sulit, seperti yang ia alami dulu.

4 dari 5 halaman

Argumentasi Pengacara

"Kisah Nona Carey yang bangkit dari keluarga disfungsional dan kadang lingkungan keras memiliki nilai signifikan kepada publik, terutama kalangan muda yang mendapati dirinya tengah terjebak dalam situasi sulit serupa dan mereka dapat mengambil inspirasi untuk memanfaatkan bakat dan mengejar mimpi-mimpi mereka," begitu argumentasi yang disampaikan kuasa hukum Mariah.

5 dari 5 halaman

Gugatan Kakak Perempuan

Bukan hanya Morgan Carey yang mengajukan gugatan terkait memoir ini. Kakak perempuan Mariah, Alison Carey, juga melayangkan hal serupa. 

Alison melayangkan gugatan kepada adiknya sebesar US$ 1,25 juta, atau sekitar Rp 17 miliar.