Sukses

Raksabumi dan Layung Sari Ancam Kerajaan Padjajaran, Raden Kian Santang Serukan Pertarungan

Liputan6.com, Jakarta - Kerajaan Padjajaran memiliki pelindung utama yang senantiasa mengorbankan segalanya, yakni Raden Kian Santang. Namun usaha Raden Kian Santang untuk menjaga kerajaan Padjajaran selalu terusik dengan keberadaan musuh-musuhnya.

Banyak pihak berkeinginan untuk menghancurkan kerajaan Padjajaran, termasuk diantaranya menyingkirkan Raden Kian Santang. Usaha tersebut kerap menemui jalan buntu karena kesigapan Raden Kian Santang melawan musuh-musuhnya.

Usaha Raden Kian Santang untuk menjaga kerajaan Padjajaran bakal diuji kembali dengan kehadiran Raksabumi dan Layung Sari. Keduanya bekerjasama untuk menghancurkan kerajaan Padjajaran dengan cara yang rumit.

 

 

 

 

2 dari 5 halaman

Kerjasama Raksabumi dan Layung Sari

Raksabumi, yang diperankan Master Limbad, diceritakan bekerjasama dengan Layung Sari untuk menghancurkan kerajaan Padjajaran dengan metode khusus. Demi menyingkirkan Raden Kian Santang, keduanya membuat strategi yang bakal menyulitkan Raden Kian Santang.

 

 

 

3 dari 5 halaman

Dua Sisi

Strategi yang dilancarkan Raksabumi dan Layung Sari yakni dengan menghancurkan Kerajaan Padjajaran dari dua sisi, yakni luar dan dalam. Layung Sari diberi tugas oleh Raksabumi untuk menebar fitnah di seantero kerajaan. Fitnah ini sukses membuat penduduk saling curiga satu sama lain.

 

 

 

4 dari 5 halaman

Mencari Sekutu

Sementara itu, Raksabumi mencari sekutu untuk menyerang Kerajaan Padjajaran dari luar. Ancaman lain juga datang dari Nyi Pelet yang mulai melancarkan aksinya di Kerajaan Padjajaran untuk membangkitkan suaminya, yang merupakan musuh bebuyutan dari Siliwangi. 

 

5 dari 5 halaman

Bertarung

Pertarungan untuk membumi hanguskan Kerajaan Padjajaran pun pecah. Kian Santang berhadapan dengan Raksabumi untuk mempertahankan Kerajaan Padjajaran. Dengan dibantu oleh Siliwangi, Raksabumi dipaksa mundur oleh Amuk Marugul. Namun, sebelumnya Raksabumi berhasil memporak-porandakan istana Kerajaan Padjajaran.