Mental Karen Pooroe Masih Down Setelah Kepergian Anaknya

Sebenarnya, Karen Pooroe juga ingin menyelesaikan permasalahannya dengan Arya Satria Claproth secara kekeluargaan.

Diterbitkan 22 Februari 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Malang nasib Karen Pooroe. Di tengah rasa duka atas kepergian anak semata wayangnya, Zefania Carina Claproth, Karen masih harus menghadapi kasus hukum dengan suaminya, Arya Satria Claproth.

Diakui Karen Pooroe, saat ini mentalnya benar-benar lelah. Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat ini membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi psikologisnya.

"Saya benar-benar mentally break down sekarang. Kalau boleh tolong nanti saya akan kasih tahu teman-teman mewawancarai saya setelah saya punya kondisi fisik dan mental sudah siap," kata Karen Pooroe, di Polres Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020).

 

Takut Emosional

"Nanti takutnya saya ngomong jadi emosional jadi enggak enak. Lebih baik nanti kita akan cari waktu untuk bertemu pada saat-saat saya sudah tenang, karena ini bertubi-tubi untuk saya. Saya sangat lelah secara mental," lanjutnya.

 

Ingin Kekeluargaan

Sebenarnya, Karen Pooroe juga ingin menyelesaikan permasalahannya dengan Arya Satria Claproth secara kekeluargaan. Namun nampaknya hal itu sulit dilakukan.

 

Ingin Dengar dari Mulut Arya

"Saya ingin dia bicara dari mulut dia sendiri. Tapi kalau tidak mau, ya sudah, kita selesaikan dengan jalur hukum," Karen Pooroe menjelaskan.

 

Sambangi Polres Metro Jaya

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada 10 Februari 2020, Karen Pooroe menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan. Tujuannya adalah untuk konsultasi hukum perihal penyebab kematian anaknya.

 

Dikonfrontir

Sementara itu, pada Jumat (21/2/2020) Karen Pooroe dikonfrontir dengan sejumlah saksi di Polres Jakarta Selatan. Hal ini terkait dirinya yang melaporkan Arya Satria Claproth soal kasus dugaan pengeroyokan pada 2019.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

aespa Umumkan EP Jepang Pertama 'Kiss N Tell', Rilis 24 Juli

Zulfa Ayu Sundari, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan