Sukses

Memetakan Kekuatan Peserta D' Academy Asia dari 4 Negara

Liputan6.com, Jakarta Dangdut Academy Asia atau D'Academy Asia dimulai Senin (16/11/2015) malam. Bertajuk Parade 20, gelaran besar musik dangdut yang diprakarsai Indosiar ini diikuti oleh 4 negara dengan total 20 peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Tadi malam, acara yang dipandu trio host Ramzi, Irfan Hakim dan Andhika Pratama ini baru saja melakukan proses Drawing untuk membagi 20 peserta tersebut ke dalam 5 grup dengan masing-masing berisi 4 peserta.

Berikut kami tuangkan hasil drawing kelima grup.

Para Peserta D'Academy Asia asal Singapura saat melakukan sesi pemotretam di Jakarta, (13/11/2015). (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Group A diisi kontestan Irwan (Indonesia), Mimifly (Malaysia), Yaniey Junaini (Singapura), dan Abby Tinara (Brunei). Grup ini akan memulai kompetisi pertama pada hari Selasa (17/11/2015), dimana result show akan dilakukan pada Rabu (18/11/2015).

Group B akan tampil Kamis dan result pada Jumat. Group B sesuai komposisi negara sama dengan Group A dihuni oleh Aty Selayar, Shiha Zikir, Henny Hanip dan Sai Firsa. Di grup ini, Aty juara 2 Dangdut Academy pertama mendapat saingan berat Shiha Zikir yang dijuluki Rossa-nya Malaysia.

Para Peserta D'Academy Asia asal Brunei Darusalam saat melakukan sesi pemotretam di Jakarta, (13/11/2015). (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Di Group C, Lesti juara pertama DA pertama akan menghadapi Hazman, Lynn Malik dan George Maxson. Langkah Lesti yang adalah kontestan termuda dari seluruh peserta bakal mendapat perlawanan sengit dari Lynn Malik yang sudah memiliki album di negaranya, Singapura.

Grup keempat yaitu Group D menempatkan nama Evi Masamba, juara DA season 2 bersama Fitri Hiswady, Suhaimi Zaini dan Neff Aslee. Evi diprediksi akan melaju mulus tanpa rintangan mengingat lawan-lawannya di grup ini tak punya kualitas vokal sebaik Evi.

Danang, runner up DA season 2 masuk Group E yang jadi grup terakhir. Danang akan bertarung melawan Syuhada, M.Noe dan Anna Abdul. Grup ini bisa dibilang adalah grup yang berisi kontestan dengan kualitas vokal sama rata.

Di acara perkenalan dan drawing semalam juga dijelaskan sistem kompetisi tak akan memakai polling SMS namun berdasarkan jumlah poin terendah yang diberikan dewan juri dari 4 negara secara online untuk memutuskan kontestan yang akan tersisih/tersenggol.

Para Peserta D'Academy Asia asal Malaysia saat melakukan sesi pemotretam di Jakarta, (13/11/2015). (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Hetty Koes Endang selaku dewan juri dari Indonesia menekankan pada setiap kontestan soal pentingnya penghayatan dan artikulasi. Ia juga memberi saran untuk jangan salah dalam pemilihan lagu. Karena meski bersuara bagus, jika salah memilih lagu maka kontestan akan mendapat nilai poin rendah. Juri Hendro Saky berpendapat sama. Ia juga memberi saran untuk memperhatikan vokal dan penampilan kontestan.

Pak Ngah, musisi besar Malaysia yang juga akan menjabat dewan juri di D'Academy Asia ini menilai dan memuji Indonesia yang berhasil mengawali revolusi musik dangdut tak hanya di Indonesia tapi juga menjalar ke seantero Asia, khususnya negara Melayu. Sebagai juri termuda di ajang ini, DJ Daffy yang berprofesi DJ Radio di Brunei, berharap musik dangdut nanti bisa dinikmati semua kalangan berkat acara ini.

Para kontestan D'Academy Asia akan mendapat pelatihan vokal dari Adibal G4ul. Mereka juga harus bersiap mendapat komentar dari 7 komentator yaitu Ivan Gunawan, Soimah, dan Inul Daratista, Saiful Jamil dari Indonesia, Fakhrul Rozi mewakili Brunei, Rosalina (Singapura), dan Mas Idayu (Malaysia).

Dangdut Academy Asia hadir live di Indosiar. Untuk penonton dari 3 negara peserta bisa menikmatinya via streaming di www.vidio.com. (Puj/Ade)