Cici Tegal Betawi Tulen

Rame-rame pulang kampung bagi artis Ibu Kota sudah tradisi. Tapi tidak buat Cici Tegal. Meski menyandang nama sebuah kota di Jawa Tengah, Cici ternyata tulen orang Betawi. "Saya cuma numpang hidup lewat dialek Tegal," akunya jujur. Ayah dan ibunya pun bukan berasal dari Tegal. Mereka masing-masing, kata Cici, lahir di Yogyakarta dan Cirebon. Sementara dirinya lahir dan besar di Jakarta. "Di kampung hanya tinggal penunggu tanah milik keluarga dan saudara jauh," ucap staf penil...

Diterbitkan 06 Desember 2002, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Cici Tegal, asli Betawi, sibuk mengurus rumah saat Lebaran di Jakarta.
  • Cici Tegal menyediakan piring plastik dan dessert untuk tamu Lebaran.
  • Doyok tidak mudik ke Surabaya karena masalah keluarga dan sering pulang syuting.

Rame-rame pulang kampung bagi artis Ibu Kota sudah tradisi. Tapi tidak buat Cici Tegal. Meski menyandang nama sebuah kota di Jawa Tengah, Cici ternyata tulen orang Betawi. "Saya cuma numpang hidup lewat dialek Tegal," akunya jujur. Ayah dan ibunya pun bukan berasal dari Tegal. Mereka masing-masing, kata Cici, lahir di Yogyakarta dan Cirebon. Sementara dirinya lahir dan besar di Jakarta. "Di kampung hanya tinggal penunggu tanah milik keluarga dan saudara jauh," ucap staf penilai di sebuah perusahaan asuransi itu. Kendati tidak mudik, Cici mengaku tetap sibuk. Soalnya pembantu rumah Cici pulang sejak sepekan silam. Akhirnya perempuan bernama asli Sri Wahyuningsih ini mesti berbenah rumah, menyapu, mencuci sampai memasak untuk Lebaran. "Nyuci piring yang nggak nahan," kata Cici. Karena alasan itulah, ia berinisiatif menyediakan piring plastik untuk para tamu. "Biar gampang dibuang. Tak ada maksud apa-apa yang penting deep inside my heart welcome," lanjut dia, tersenyum. Sedangkan kalau soal memasak, Cici mengaku tak pernah membuat makanan berat. Sebab, setiap saudaranya pasti sudah menyediakan ketupat lengkap dengan lawuhnya di rumah masing-masing. Nah, Cici-lah yang menyajikan dessert, seperti pempek, otak-otak, roti jala khas Aceh pake daging kambing, dan puding sarang burung. "Gampang. Tinggal pesan dan ambil," ujar Cici, buka rahasia. Cici memang ogah repot. Maklumlah kesibukan di dunia hiburan dan kerja membuat Cici sulit meluangkan waktu. Pelawak wanita ini juga hanya tinggal berdua dengan ibunya. Alhasil, pada hari terakhir Ramadan, mereka nyaris tak berbuka puasa. "Gue nggak sempat masak apa-apa. Ibu kan udah tua," kata wanita berusia 35 tahun itu. Untunglah ada "Dewa Penyelamat". Menjelang beduk magrib, seorang bekas office boynya datang ke rumah membawa rantang berisi ketupat plus sayur. "Alhamdullilah. Kalau dia nggak datang, kita nggak bisa buka," tutur Cici. Lain lagi cerita Sudharmaji alias Doyok. Pria bertubuh ceking ini mengaku segan pulang ke kampungnya di Surabaya, Jawa Timur. Pasalnya, ia sedang menghadapi masalah berat dengan seorang di antara kakaknya. "Satu ini suka mbalelo," kata Doyok. Namun, anggota grup lawak Srimulat itu enggan bercerita lebih rinci tentang soal itu. "Yang penting Allah tahu soal itu. Jangan sampai saya ribut gara-gara masalah itu dengan enam saudara saya," lanjut Doyok, berharap. Bagi Doyok, mudik pada Hari Idul Fitri sekarang maknanya sulit diresapi. Alasannya, selain istrinya asli orang Betawi, Doyok juga sering menyempatkan diri pulang ketika syuting sinetron di Kota Pahlawan. "Sudah lima kali Lebaran saya nggak pulang," ujar Doyok, enteng. Meski begitu, Doyok mengaku tetap deg-degan khawatir ibunya tak mau mengampuni sikap dan perbuatannya di masa silam. Wajarlah, Doyok kan sempat setahun dibui karena terbukti memiliki 0,5 gram shabu-shabu jenis kristal putih. "Ibu gue meski kecil galak lho," ucap kelahiran Porong, Jatim itu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Deretan Peraih Golden Ticket di Audisi Dangdut Academy 8, dari Majene hingga Maumere

SEO KLYTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan